Kolaborasi Beach Clean Up dan Gerakan Indonesia Asri, Ciptakan Lingkungan Aman, Sehat, Resik, dan Indah

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Tim Sahabat Puspa Negara bersama Komunitas BumiKita Nusantara secara konsisten melaksanakan gerakan Beach Clean Up di Pantai Legian, Kuta, Badung, setiap hari Jumat pagi. Gerakan sosial ini merupakan kolaborasi antara pelaku usaha, stakeholders pariwisata, dan komunitas, yang bertujuan untuk menumbuhkan habit atau kebiasaan, agar senantiasa memiliki rasa kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan khususnya di area pantai Legian.
Inisiator Gerakan sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara menjelaskan, bahwa kegiatan Beach Clean Up bertujuan untuk menciptakan rasa memiliki atau awareness terhadap lingkungan, sehingga bersama-sama bertanggung jawab atas kebersihan, kenyamanan dan keamanan pantai Legian. Terlebih, Presiden RI, Prabowo Subianto, telah mencanangkan Gerakan Indonesia Asri untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah di seluruh wilayah Indonesia.
“Gerakan Beach Clean Up kita kolaborasikan dengan instruksi Bapak Presiden Prabowo, yang mencanangkan Gerakan Indonesia Asri untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. Itulah yang kita laksanakan di pantai Legian, dengan melibatkan pelaku usaha, stakeholders pariwisata, komunitas, pedagang pantai, wisatawan mancanegara, dan masyarakat umum,” ungkap Puspa Negara, Jumat (6/11/2026).
Gerakan ini, lanjut Puspa Negara, semakin dilaksanakan secara konsisten, stabil, periodik, dan berkelanjutan. Hal ini membuktikan bahwa Beach Clean Up menjadi sebuah komitmen dan keseriusan dalam menjaga lingkungan.
“Menjaga lingkungan, berarti lingkungan pasti akan menjaga kita. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah mencanangkan Gerakan Indonesia Asri, dan kami implementasikan di destinasi pantai Legian,” tambahnya.
Memasuki musim penghujan, Puspa Negara menegaskan, bahwa akan terjadi perubahan arah angin dari barat ke timur, atau sering disebut west moonson. Peristiwa ini akan membawa perubahan yang sangat besar, terutama di kawasan pesisir. Sampah kiriman dipastikan akan menepi ke kawasan pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita). Namun demikian, dengan semangat kerja keras dan kebiasaan yang sudah diberikan kepada pelaku usaha, musim penghujan bukan menjadi masalah.
“Tiada kata menyerah untuk sampah. Gerakan ini akan kita intensifkan selama musim hujan, sehingga upaya menanggulangi sampah pantai bis akita tuntaskan bersama-sama,” jelasnya.
Aksi sosial ini sekaligus mengedukasi masyarakat secara umum agar terbiasa memilah sampah yang baik dan benar. Karena, dengan hadirnya Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), maka semua sampah harus terpilah.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelaku usaha, yang senantiasa hadir untuk ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih pantai. Ia berharap, kesadaran ini tetap terjaga dan semakin ditingkatkan, sehingga wisatawan semakin nyaman untuk berkunjung ke destinasi pariwisata Legian. (stm)
