“Menginjak Bumi Tanpa Alas Kaki”, Varash Fun Grounding 2026 Sedot Ribuan Peserta

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Ribuan masyarakat memadati kawasan pantai Petitenget, Kerobokan, Badung, dalam rangka event bertajuk “Varash Fun Grounding 2026”, pada Minggu (8/11/2026). Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Varash, Desa Adat Kerobokan dan Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat Kerobokan.
Varash Fun Grounding bertujuan untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan berjalan santai atau menginjak bumi tanpa mengenakan alas kaki. Tanpa disadari, fun grounding yang awalnya hanya menargetkan sekitar 3.000 peserta, justru membludak menjadi 4.000 orang.
Owner Varash, I Putu Eka Suryawan menjelaskan, bahwa Varash Fun Grounding merupakan suatu kegiatan yang mengajarkan masyarakat untuk kembali ke alam, yaitu menginjak bumi tanpa alas kaki alias “napak pertiwi”. Dikatakan, banyak kalangan sering mengalami keluhan kesehatan karena minimnya koneksi dengan bumi. Kegiatan grounding sebelumnya diperkenalkan melalui komunitas kecil Varash, dan kini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat.
“Kecemasan, stres kronis, terlalu banyak menyentuh barang-barang gadget, dan lupa kembali menginjak bumi. Awalnya, grounding ini merupakan komunitas kecil yang kebanyakan anggotanya mengalami kendala penyakit. Alhasil, dengan terapi grounding setiap hari dan sentuhan minyak Varash, itu dilakukan secara rutin selama 3 bulan terlihat ada perubahan signifikan. Sejak saat itu, kita ingin memperkenalkan grounding ini kepada masyarakat umum,” ujar Eka Suryawan.
Lebih jauh Eka Suryawan menekankan, aktivitas grounding tidak mesti dilakukan dengan berjalan kaki. Grounding, kata Eka, bisa dilakukan pada saat berkebun di atas rumput, atau hanya dengan duduk santai dengan menyentuh tanah, rumput dan batu. Aktivitas ini bisa dilakukan selama 30 menit setiap hari.
“Karena ini antusiasnya sangat tinggi, mungkin kita akan laksanakan event ini setiap setahun sekali untuk lebih memperkenalkan grounding. Tapi, acara kecil-kecil akan terus kami lakukan. Ini bukan hanya penelitian ilmiah, melainkan kita sudah membuktikan manfaat dari grounding di kalangan terbatas,” jelasnya.
Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Ngurah Putra Suryaningrat menyampaikan, komunikasi dan koordinasi sudah dilakukan sebelumnya untuk menyelenggarakan event fun grounding. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan program Desa Adat Kerobokan, yaitu dari sisi palemahan dalam menjaga kebersihan pantai.
Ia sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Varash Fun Grounding, sebagai wujud kebersamaan dan menjaga kesehatan masyarakat. Selain berjalan tanpa alas kaki, rangkaian acara turut diisi yoga ketawa dan hiburan bagi masyarakat.
Ketua PAKIS Desa Adat Kerobokan, Ni Putu Ayu J. Sastamidhyani menyebutkan, bahwa sebanyak 1.500 anggota PAKIS dari 52 banjar di wilayah Desa Adat Kerobokan mengikuti Varash Fun Grounding 2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi PAKIS Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung. Sejumlah kelompok PAKIS dari Desa Adat Berawa, Canggu, Pererenan, dan Padang Luwih juga turut berpartisipasi.
Melalui kegiatan ini, Varash Fun Grounding tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat, tetapi juga sarana memperkenalkan aktivitas luar ruang yang sederhana dengan mengedepankan kebersamaan dan kesadaran untuk menjaga hubungan dengan alam. (stm)
