Sosialisasi SMK Go Global, Tutik Dorong Anak Muda Manfaatkan Peluang Kerja di Luar Negeri

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Dalam rangka memperluas pemahaman masyarakat terhadap program SMK Go Global, Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., bersama mitra kerja Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memberikan sosialisasi bertajuk “Edukasi Pelindungan dan Migran Aman Dalam Rangka Mendukung SMK Go Global” di SMK TI Global, Denpasar, pada Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Tutik mengungkapkan, program SMK Go Global bertujuan untuk menekan angka pengangguran di Indonesia, dan Bali pada khususnya. Pasar kerja luar negeri, kata Tutik, memiliki kebutuhan tenaga kerja yang sangat tinggi. Peluang besar ini, tentunya menuntut persyaratan yang sangat ketat, mulai dari penguasaan bahasa asing hingga keterampilan teknis yang terakreditasi.
Lebih lanjut Tutik menjelaskan, pemerintah melalui KP2MI menginisiasi program percepatan yang bertajuk SMK Go Global. Program ini merupakan atas perintah langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menargetkan 500 ribu calon pekerja migran terampil hingga tahun 2029.
“Bayangkan kalau ini bisa terserap oleh generasi muda, alangkah bahagianya kita tidak perlu pusing lagi untuk memikirkan pekerjaan. Dari jumlah 500 ribu tersebut, 300 ribu ditargetkan dari lulusan SMK, dan 200 ribu dari masyarakat umum. Calon pekerja migran ini nantinya akan ditempatkan di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, hingga Australia. Negara-negara tersebut sedang membutuhkan tenaga kerja muda,” jelas Srikandi asal Kabupaten Buleleng ini.
Tutik menegaskan, bahwa peningkatan skill (keterampilan) calon pekerja migran harus menjadi fokus agar bisa bekerja ke luar negeri. Begitu juga penguatan bahasa asing harus dipersiapkan generasi muda, sehingga bisa mengisi peluang kerja yang ada di beberapa negara.
“Kita tahu bahwa ketersediaan lapangan kerja di Indonesia tidak sebanding dengan pertumbuhan Angkatan kerja yang ada. Untuk itu, pemerintah hadir memberikan solusi kepada generasi muda yang mau bekerja ke luar negeri. Bekerja ke luar negeri mampu memberikan pengalaman bagi angkatan kerja muda kita,” imbuhnya.

Kepala BP3MI Provinsi Bali, Muhammad Iqbal menyampaikan, sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang persyaratan, pelatihan yang diberikan, potensi peluang kerja yang ada di program SMK Go Global. Untuk Provinsi Bali, lanjut Iqbal, menargetkan 1.560 orang untuk bisa berpartisipasi pada program SMK Go Global.
“Harapannya tentu supaya sosialisasi ini bisa tersiarkan dengan baik kepada masyarakat, dan dapat bermanfaat yang sebesar-besarnya bagi warga Bali. Kami masih membuka di gelombang 3 pada bulan Oktober, ayo bergabung di SMK Go Global,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Alit Saraswati mengaku terbantu dengan adanya program dari Kementerian P2MI melalui SMK Go Global. Disnaker sendiri, kata Saraswati, memiliki program pelatihan vokasi yang bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja. Kedua program ini tentu sangat sejalan dan bisa berkolaborasi dalam menyiapkan peluang kerja di luar negeri bagi calon pekerja migran.
“Dari sisi hulu kami menyiapkan tenaga kerja. Dan kami berkolaborasi, sehingga target dari P2MI dan target kita di Kemnaker bisa benar-benar ditempatkan di luar negeri,” ujarnya. (stm)
