Sukses dalam Proyek SULE-WM, BRC Perkuat Ekosistem Daur Ulang di Bali

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Setelah resmi melengkapi manajemen Bank Sampah Induk Bali Wastu Lestari menjadi lebih kuat, pada awal tahun 2025 PT Bali Recycle Center (BRC) mendapat kesempatan mengikuti program akselerasi dan lolos seleksi dalam proyek Scaling Up Local Enterprise on Waste Management in Indonesia (SULE-WM), yang diinisiasi oleh Unilever Indonesia dan GIZ, berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, serta pendampingan Ecoxyztem. Selama 1 tahun program SULE-WM, BRC sudah memiliki 112 pelanggan dan 7 off-taker, dengan sampah plastik yang terkumpul dan menjadi bahan baku daur ulang hingga 1.800 ton.
Sebagai bagian dari rangkaian penutupan program SULE-WM, BRC menyelenggarakan Exhibition Day yang dikemas dalam bentuk Business Networking Luncheon, di Aston Hotel and Convention Center, Denpasar, pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghubungkan BRC dengan berbagai institusi yang telah bekerja sama maupun calon mitra baru, khususnya dalam aspek penjualan hasil pengolahan, pengembangan rantai pasok, kerja sama dengan sektor HORECA dan industri lainnya, dukungan pemerintah, serta kolaborasi dengan komunitas dan organisasi lingkungan.
Direktur Utama PT BRC, Ni Wayan Riawati memaparkan, bahwa sebelumnya BRC merupakan lembaga sosial yang bernaung dalam sebuah Yayasan Bali Wastu Lestari, yang gencar mengedukasi masyarakat untuk melakukan gerakan 3R, pilah sampah, dan mengelola sampah berbasis sumber. Seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa gerakan sosial tersebut tidak cukup menjamin keberlanjutan usaha pengelolaan sampah. Berkat dukungan Unilever Indonesia dan GIZ, kegiatan sosial tersebut sukses bertransformasi menjadi PT pengelolaan sampah di akhir tahun 2024. keberhasilan tersebut, lanjut Riawati, diharapkan bisa berkontribusi lebih luas lagi, terutama di bidang jasa pengangkutan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
“Kami juga mengembangkan lini usaha, untuk membantu masyarakat mendapatkan fasilitas pengelolaan sampah yang bisa dilakukan di rumah tangga ataupun bantuan dengan pihak ketiga, salah satunya kami di BRC. Mari semua kita bertanggung jawab, mengambil peran penting dalam manajemen pengelolaan sampah mulai dari diri kita sendiri, lingkungan terkecil di rumah wajib dipilah, dan bekerja sama dengan pihak pengelola sampah yang bertanggung jawab seperti kami di BRC. Silahkan hubungi kami jika Bapak dan Ibu membutuhkan layanan dari kami,” ujarnya.
Berkat pendampingan dari para mentor yang berpengalaman selama 1 Tahun dan hibah perluasan gudang serta kendaraan, BRC mampu memperluas skala usaha dan peningkatan pendapatan hingga 200 persen. Selain itu, BRC juga resmi menjadi vendor Unilever Global dalam usaha pengumpulan sampah plastik, menjalin kerja sama dengan 30 mitra pengumpul bank sampah, TPS3R, dan supplier pabrik daur ulang di 9 kabupaten/kota di Bali.

Arum Elvandari selaku perwakilan dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali – Nusa Tenggara menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen BRC dalam pengelolaan sampah di Provinsi Bali. Mewakili pemerintah, ia sangat mendukung dan mengapresiasi segala langkah yang dilakukan oleh BRC. Ia juga berharap, BRC semakin berkembang dan bisa memberi dampak positif yang lebih luas lagi terhadap lingkungan.
“Kita tidak bisa bergerak sendiri dalam mengatasi persoalan sampah di Bali. Kami dari pemerintah sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BRC,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Kecamatan Denpasar Timur – Denpasar Selatan, Viktor Andika Putra. Menurutnya, pengelolaan sampah memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. “Segala hal masukan dan saran sangat penting dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini sangat bagus sebagai upaya mengatasi persoalan sampah di Bali dan Denpasar khususnya. Sosialisasi ini nantinya kita ketok tularkan kepada semua pihak,” jelasnya.
Sementara itu, Tim Sustainability Unilever Indonesia, Kansha mengapresiasi keberadaan BRC yang telah banyak berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian pelaku usaha pengelolaan sampah di Bali. Unilever, lanjut Khansa, selalu berupaya menciptakan ekonomi sirkular lebih nyata di lingkungan, serta kontribusi dari pelaku usaha di lapangan bisa mendapatkan manfaat ekonomi melalui proyek SULE-WM. Menurutnya, program yang berkelanjutan tidak berhenti pada proyek SULE-WM, tetapi bagaimana program tersebut bisa berdampak positif secara terus-menerus bagi masyarakat.
“Kami berharap BRC semakin tumbuh dan berkembang, serta dapat memberi manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat Bali. Kolaborasi ini tidak akan berhenti sampai disini saja, tetapi akan berkelanjutan ke depannya. Kolaborasi tidak hanya melalui pendanaan, tetapi bagaimana dana tersebut juga bisa dioptimalisasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan fasilitas seperti bank sampah, serta memberi pelatihan kepada teman-teman yang membutuhkan edukasi tentang pengelolaan sampah,” ujarnya.
Dukungan Unilever dan Tim Proyek SULE WM, membuat BRC mengalami transpormasi cepat dan jauh lebih kuat dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja ramah lingkungan melalui inovasi, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Di sisi lain, kerja sama pentahelix membuat BRC mampu berkontribusi lebih luas dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah di Bali. Pemerintah melalui Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan hidup kota Denpasar dan Kabupaten Badung, juga memberi banyak peluang BRC melalui rekomendasi usaha kepada pengusaha hotel, restoran dan cafe. (stm)
