BaliBudayaDenpasarPendidikanSpiritual

Topeng Sakral “Gajah Mada” Tedun saat Pujawali, Beri Inspirasi Kepemimpinan Civitas Akademika UNHI

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Bertepatan dengan Saniscara Umanis Bala, Purnama Sasih Kapat, Sabtu (26/9/2026), Universitas Hindu Indonesia (UNHI) melaksanakan karya pujawali Padudusan Alit Catur Rebah dan Rsi Gana, di Pura Maha Widya Mandira. Pelaksanaan pujawali tahun ini, juga bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-63 UNHI dan Utsawa Bali Sani (UBS) ke-11 Tahun 2026.

Pujawali kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, selain dari sisi tingkatan upacara ritual, juga karena tedunnya topeng sasuhunan sakral “Gajah Mada” dari Puri Agung Blahbatuh Gianyar yang masolah di mandala utama Pura Maha Widya Mandira UNHI.

Serangkaian pujawali, diawali dengan nunas dharma panuntun saking Ida Pedanda Gede Putra Tembau di Griya Aan Klungkung, sebagai Yajamana karya. Setelah mendapatkan panuntun dari Yajamana, dilaksanakan prosesi mapakeling di Pura Maha Widya Mandira dan Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Tembawu. Selanjutnya, ngadegang tetaring, nanceb penjor, nunas tirta pamuput, ngias dan ngadegan Ida Bhatara.

Pada Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9/2026) dilaksanakan pamelastian dengan berjalan kaki ke Segara Padanggalak, yang melibatkan ribuan civitas akademika UNHI. Pada melasti ini, Turut melibatkan Pecalang dari Desa Adat Tembau dan Desa Adat Kesiman.

Puncak pujawali dilaksanakan pada pukul 16.00 Wita, yang dipuput oleh Sulinggih Siwa dan Budha. pelaksanaan pujawali di Pura Maha Widya Mandira diharapkan menjadi momentum dalam meningkatkan sradha bhakti seluruh civitas akademika UNHI beserta alumni. Selain itu, juga dapat membangun kebersamaan dan gotong royong civitas akademika UNHI.

Usai upacara, Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., mengungkapkan, bahwa sesolahan topeng sakral Gajah Mada dari Puri Agung Blahbatuh dalam pujawali kali ini, memiliki makna spiritual dan kultural yang sangat mendalam bagi UNHI.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang masih bersandar pada pola ilmiah pokok agama dan kebudayaan, UNHI tidak hanya fokus pada pengembangan akademik dan riset modern, tetapi juga konsisten merawat akar kebudayaan Nusantara pada umumnya dan Bali khususnya.

“Kami berharap, tedunnya sasuhunan topeng sakral Gajah Mada, dapat menginspirasi kepemimpinan para civitas akademika di UNHI. Dan juga, semoga kita selalu dalam perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Rektor termuda di Bali ini.

Lebih lanjut ia memaparkan, figur Gajah Mada menjadi simbol kepemimpinan yang visioner, keteguhan visi persatuan, serta dedikasi total. “Ini adalah wujud sinergi yang erat antara dunia akademik dengan pusat-pusat pelestarian warisan leluhur, dalam hal ini Puri Agung Blahbatuh yang selama ini konsisten menjaga mahakarya budaya Bali. Kami ingin momentum yadnya ini memperkuat taksu kampus, menyelaraskan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual, serta meneguhkan komitmen UNHI sebagai rumah pemajuan kebudayaan dan ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *