Gelar Wisuda ke-38 dan Dies Natalis ke-44, Universitas Dwijendra Torehkan Berbagai Prestasi

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Universitas Dwijendra menggelar Wisuda Sarjana ke-38, sekaligus Dies Natalis ke-44, pada Selasa (28/7/2026), di The Patra Bali Resort & Villas. Pada momen wisuda tahun ini, Universitas Dwijendra melepas sebanyak 256 lulusan, masing-masing terdiri atas 45 lulusan Program Magister dan 211 lulusan Program Sarjana.
Adapun rincian lulusan program sarjana dan magister pada wisuda ke-38 kali ini, diantaranya Magister Hukum sebanyak 42 orang, Magister Penyuluhan Pertanian sebanyak 3 orang, Program Studi Arsitektur sebanyak 10 orang, Program Studi Agribisnis sebanyak 16 orang, Program Studi Agroteknologi sebanyak 6 orang, Program Studi Ilmu Komunikasi sebanyak 24 orang, Program studi PPKn sebanyak 10 orang, Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia sebanyak 6 orang, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebanyak 18 orang, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 8 orang, serta Program Studi Hukum sebanyak 113 orang.
Dalam laporannya, Rektor Universitas Dwijendra, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A., menjelaskan, bahwa hingga penyelenggaraan wisuda tahun ini, Universitas Dwijendra telah meluluskan 9.990 orang lulusan Program Sarjana dan 235 orang lulusan Program Magister.
Selain keberhasilan meluluskan mahasiswa, Universitas Dwijendra juga terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan melalui berbagai prestasi. Di bidang kemahasiswaan, Universitas Dwijendra berhasil meraih juara I Lomba Render, juara I Lomba Sketsa, juara I dalam Lomba Karikatur tingkat Nasional, juara III Lomba Poster Digital, juara II dalam lomba Video Edukasi Pasar Modal Tingkat Nasional, juara II lomba Barista Kopi Bali, juara III dalam lomba Perisai Diri, dan juara I lomba Taekwondo. Dari sisi dosen, berbagai hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diperoleh sepanjang tahun 2025-2026.

Di sisi lain, Universitas Dwijendra juga senantiasa meningkatkan sumber daya dosen dan tenaga kependidikan. Saat ini terdapat 22 dosen sudah memiliki kualifikasi Doktor (S3). Sementara, jumlah dosen yang sedang melanjutkan studi doktor sebanyak 13 orang. Universitas Dwijendra juga memiliki 8 dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala, 31 dosen jabatan akademik Lektor, dan 1 Guru Besar.
Dalam upaya memperkuat jejaring akademik internasional, lanjut Rektor Prof. Sedana, Universitas Dwijendra terus menjalin berbagai kerja sama riset dengan perguruan tinggi dan Lembaga internasional. Diantaranya, Waseda University – Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA), Institute for Global Environmental Strategies (IGES) – Jepang, Bulacan Agricultural State College (BASC) – Filipina, Embassy Of The Republic of Bulgaria, serta menggelar International Converence yang bekerja sama dengan Sandihdya Ispiring Academic Excellence India.
Sebagai bentuk meningkatkan pendidikan masyarakat, Universitas Dwijendra memberikan keringanan biaya pendidikan bagi program magister senilai lebih dari Rp10 juta, baik untuk program Magister Hukum maupun Magister Penyuluhan Pertanian. Selain itu, Universitas juga memberikan beasiswa khusus bagi siswa-siswi yang berasal dari SMA/SMK Dwijendra yang ingin melanjutkan studi di Universitas Dwijendra, berupa keringan biaya DPP.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. I Nyoman Satia Negara, S.H., M.H., dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa Yayasan Dwijendra telah berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai moral, budaya, dan spiritual.
“Sebagai badan penyelenggara, kami akan terus memperkuat tata kelola yayasan, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, mengembangkan sumber daya manusia, serta memberikan dukungan penuh kepada Universitas Dwijendra dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengajak para lulusan senantiasa memegang teguh nilai-nilai Tri Kaya Parisudha sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, yaitu berpikir yang baik (Manacika), berkata yang baik (Wacika), dan berbuat yang baik (Kayika).
“Nilai-nilai inilah yang akan membedakan Saudara, bukan hanya sebagai lulusan yang cerdas, tetapi juga sebagai manusia yang bermartabat,” tegasnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi menegaskan, perubahan nomenklatur membawa dampak terhadap paradigma baru kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia. Kebijakan ini dirancang untuk lebih fokus dalam mempersiapkan talenta-talenta terampil dan produktif, khususnya di bidang sains dan teknologi, yang memiliki kemampuan inovasi dan daya saing global.
“Hal ini menuntut perguruan tinggi untuk bekerja lebih keras dalam mempersiapkan talenta-talenta yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.
Menurut Eratodi, Kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri (DUDI), dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan implementasi paradigma baru ini.
Pada wisuda ke-38, lulusan terbaik Program Sarjana diraih oleh Ni Kadek Masmini dari Program Studi Hukum dengan IPK 4,00, Ni Kadek Yunita dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Ni Wayan Purnamasari Dewi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK yang sama yaitu 3,97. Sementara itu, lulusan terbaik Program Magister diraih Made Adicandra Purnawan dari Program Studi Magister Hukum dengan IPK sempurna 4,00. (stm)
