Peran Guru Tak Tergantikan, Bagus Arthanegara: AI Tidak hanya Membuat Orang Cerdas, Tetapi juga Culas

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Dewasa ini, perkembangan teknologi semakin tak terbendung, terutama kecerdasan buatan atau artificial Intelligence (AI). AI dinilai mampu memberikan informasi dan materi pelajaran secara instan. Meski demikian, peran guru tidak bisa tergantikan seutuhnya oleh teknologi.
Hal tersebut diungkapkan Akademisi sekaligus Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., Rabu (10/6/2026). Menurutnya, perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindari, dan akan berkembang semakin pesat. Hal ini, merupakan tantangan yang sangat besar bagi para guru.
“Tapi bagaimana kita jangan sampai dimanfaatkan oleh AI itu sendiri. Melainkan, kita lah yang harus memanfaatkan AI. Oleh karena itu, saya kira guru memiliki peran yang sangat penting disini,” ungkap Bagus Arthanegara.
Bagus Arthanegara menegaskan, bahwa AI tidak hanya bisa membuat orang cerdas, tetapi juga bisa membuat culas. Untuk itu, guru memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam memberikan pendidikan moral dan karakter kepada siswa. Sehingga, AI tidak akan pernah bisa menggantikan peran guru.
Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila teknologi tidak bisa dikendalikan, maka dikhawatirkan akan merusak generasi penerus bangsa. Guru tidak hanya memiliki tugas mengajar dan melatih, tetapi juga mendidik anak-anak di sekolah. Peran inilah yang tidak bisa digantikan oleh AI.
“Contohnya, jika ada anak yang dibully. AI tidak akan bisa mengkontrol itu semua. Maka, guru yang memiliki peran dalam mengontrol sikap anak-anak. Guru merupakan orang tua ke dua bagi siswa,” tambahnya.
Mesti diakui, bahwa AI memiliki manfaat besar untuk proses belajar mengajar. Namun, ada nilai-nilai yang tidak bisa digantikn oleh AI. Guru memegang peranan penting dalam pengawasan peserta didik, karena teknologi ibarat pisau bermata dua, jika tidak diawasi akan menjerumuskan peserta didik.
“Secanggih apapun peralatan maupun teknologi harus dalam pengawasan guru jika di sekolah karena teknologi ini ibarat pisau bermata dua bisa menyesatkan siswa jika tidak diawasi,” pungkasnya. (stm)
