Komunitas Om Hara Kailasha Painter Menggelar Pameran Bertajuk “Keliki Kawan Miniature Painting Style: BANGKIT”

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Bertempat di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, komunitas Om Hara Kailasha Painter menggelar pameran lukisan bertajuk “Keliki Kawan Miniature Painting Style: BANGKIT”, pada Sabtu (2/5/2026). Pameran lukisan yang dilaksanakan hingga 2 Juni 2026 mendatang, dibuka Direktur Museum Puri Lukisan Ubud, Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati.
Sebanyak 150 lukisan dengan Keliki Kawan style dipamerkan oleh komunitas Om Hara Kailasha Painter. Pameran kali ini melibatkan 55 orang pelukis, dan beberapa diantaranya anak-anak.
Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Om Hara Kailasha Painter, I Wayan Mardika mengungkapkan, bahwa tujuan pameran kali ini untuk membangkitkan semangat para seniman dalam melestarikan seni lukis miniatur Keliki Kawan style. Menurutnya, lukisan Keliki Kawan style memiliki ciri khas, yaitu detail, rumit, penuh corak, berukuran super mini dan perlu kesabaran ekstra dalam pembuatannya.
“Karena lukisan ini kan perpaduan antara gaya Batuan dan Ubud. Kemudian, dipindahkan ke lembaran kertas kecil. Sehingga, lahir lah Keliki Kawan style,” ujarnya.

Selain menggelar pameran lukisan, Komunitas Om Hara Kailasha Painter juga akan melaksanakan demo melukis, menari, serta kegiatan budaya Bali lainnya. Komunitas ini, kata Mardika, juga mewadahi anak-anak untuk melestarikan budaya Bali.
“Saya pribadi dan mewakili komunitas, mengucapkan terima kasih kepada Museum Puri Lukisan Ubud, yang telah banyak memberikan kesempatan dalam memperkenalkan dan memperluas pengetahuan tentang lukisan miniatur Keliki Kawan style yang kami miliki,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Museum Puri Lukisan Ubud, Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati, mengucapkan selamat kepada komunitas Om Hara Kailasha Painter yang sudah mampu merampungkan seluruh karyanya, sehingga bisa menghadirkan dalam sebuah pameran bertemakan “Bangkit”.
“Kami di Museum Puri Lukisan senantiasa membuka diri, menjadikan tempat ini bukan semata-mata sebagai tempat memajang karya seni, tetapi lebih penting bagaimana tempat ini menjadi ruang untuk saling mendapatkan inspirasi dalam pengembangan seni, adat, dan budaya Bali,” ujarnya.
Ia menambahkan, lukisan Keliki Kawan style memiliki ciri khas tersendiri, yang mana ukurannya sangat mikro. Bukan hanya sekadar karya seni, melainkan suatu cerminan kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. Bahkan, ada semacam proses meditatif dalam pembuatannya.
Sebagai komunitas yang bergerak dalam bidang pelestarian seni, Komunitas Om Hara Kailasha Painter berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya seperti ini. Pameran ini diharapkan menjadi titik temu antara masa lalu, masa kini, dan masa depan—di mana warisan tetap dijaga, sekaligus diberi ruang untuk berkembang. (stm)
