BaliBudayaDenpasarNews

Pementasan Topeng Panca pada Festival Werdhi Budaya II 2026, Sanggar Seni Gita Lestari Puri Petak Beri Pesan Rwa Bhineda

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM — Pecinta seni budaya Bali kembali mendapat suguhan beragam kesenian melalui ajang Festival Werdhi Budaya II 2026. Festival yang diinisiasi UPTD Taman Budaya Provinsi Bali ini seni ini, diikuti oleh 26 sanggar seni, salah satunya dimeriahkan oleh penampilan Sanggar Seni Gita Lestari Puri Petak, Gianyar, pada Jumat (6/11/2026), di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.

‎Membawakan garapan Seni Topeng Panca berjudul “Sadu Budining Ki Balian Batur”, penampilan Sanggar Seni Gita Lestari Puri Petak disambut antusiasme dan apresiasi yang sangat luar biasa dari berbagai pecinta seni. Diiringi gamelan Gong Kebyar lengkap, pementasan ini bersifat kolosal yang melibatkan para penari topeng, penabuh, dan pesantian. Seni Topeng Panca dipentaskan oleh lima orang penari, dan 30 sekaa.

‎Pementasan diawali dengan tarian Topeng Keras dan Topeng Tua, kemudian masuk ke lakon utama. Kisah ini berawal sekitar tahun 1700 M. Ki Balian Batur merupakan seorang ahli ilmu hitam, yang tinggal di Banjar Rangkan Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar. Merasa dirinya telah difitnah, kemudian ia menyebarkan kekuatan ilmu hitam sehingga menyebabkan epidemi atau wabah penyakit. Situasi ini membuat rakyat menderita, banyak yang jatuh sakit, mengungsi, bahkan meninggal dunia.

‎Penguasa Kerajaan Mengwi, I Gusti Agung Putu, tidak terima atas ulah dari Ki Balian Batur. Ia memimpin pasukan untuk menghentikan pergerakannya. Namun Ki Balian Batur sangat sulit dikalahkan. Hingga pada akhirnya, ada suara dari angkasa bahwa musuh hanya dapat dikalahkan apabila dilawan menggunakan bedil Ki Narantaka dengan peluru Ki Seliksik milik I Dewa Agung Klungkung.

‎Selanjutnya, Dewa Agung Jambe akhirnya mengutus puteranya Dewa Agung Anom Sirikan untuk melaksanakan tugasnya bersama Ki Bendesa Gumiar. Dengan senjata itu akhirnya Ki Balian Batur berhasil dikalahkan. Sebelum gugur, Ki Balian Batur meninggalkan pesan agar sebagian wilayah Mengwi diserahkan kepada Dewa Agung Anom sebagai balas jasa kepada I Gusti Agung Putu. Jika tidak dipenuhi, sukma beliau dikhawatirkan akan terus mendatangkan wabah.

‎Ketua Sanggar Seni Gita Lestari, A.A. Gede Putra Yasa, S.H, M.Si., menjelaskan bahwa pakem seni Bebali Topeng tetap dijaga secara utuh, mulai dari adegan sidang, konflik, suasana haru, hingga lawakan. Dikatakan, lakon Topeng Panca ini mengandung pesan mendalam, yakni Rwa Bhineda. Pesan ini memiliki makna bahwa Dharma senantiasa menang atas adharma. Kepentingan bersama harus didahulukan di atas kepentingan pribadi.

‎Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, yang senantiasa memberikan perhatikan para seniman Bali, khususnya Sanggar Seni Gita Lestari Puri Petak, Gianyar. Terlebih keberadaan sanggar seni ini berada di desa dan jauh dari perkotaan, tetapi pemerintah sangat luar biasa memberikan kesempatan kepada para seniman Bali.

‎Hal senada diungkapkan salah seorang penikmat seni yang juga Ketua Paguyuban Drama Gong Lawas (DGL), AA Gede Oka Aryana, S.H., M.Kn. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Taman Budaya Provinsi Bali yang telah menyelenggarakan festival ini untuk kedua kalinya. Ini merupakan ruang yang sangat bagus bagi para seniman dalam rangka mengapresiasikan karya-karya mereka.

“Festival ini memiliki peran strategis untuk memanggungkan beragam kesenian, utamanya kesenian tradisional. Semoga melalui ajang seperti ini, seni dan budaya Bali semakin lestari dan terus hidup di tengah masyarakat,” Ujar Agung Aryana.

Ke depannya, ia berharap semakin banyak lagi ada ruang bagi para seniman untuk menampilkan hasil karya seninya. Mengingat pada saat pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB), masih banyak seniman yang belum memiliki kesempatan untuk tampil.

“Kami juga berharap agar publikasi event semacam ini bisa dilakukan sebelumnya. Sehingga, semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan Festival Werdhi Budaya. Mari kita bersama-sama menyukseskan program dari pemerintah yang sangat baik ini. Sehingga, seni budaya Bali semakin lestari dan eksis di tengah masyarakat Bali,” pungkasnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *