Bukan Soal Kesetaraan, Made Rahayuni: Kaum Perempuan Berperan Strategis dalam Pembangunan Bali

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Dewasa ini, perempuan Bali memegang peran kunci dan strategis sebagai pilar keluarga, penggerak ekonomi, serta pelestari adat dan budaya dalam menyongsong pembangunan Bali ke depan. Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Menurut Ketua DPD Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bali yang juga Anggota Komisi IV DPRD Tabanan, Ni Made Rahayuni, keterlibatan perempuan dalam pembangunan di Bali sudah terlihat sangat nyata di berbagai bidang. Seperti halnya di lembaga eksekutif dan legislatif, perempuan Bali sudah mulai banyak terlibat di dalamnya, meskipun belum memenuhi kuota 30 persen.
Ia memberi contoh di Tabanan, dari jumlah anggota DPRD sebanyak 40 orang, hanya 8 orang dari kaum perempuan. Padahal, jika mengacu kuota 30 persen, harusnya 12 orang anggota DPRD Tabanan berasal dari kaum perempuan. Begitu juga di lembaga eksekutif, keterlibatan kaum perempuan sudah cukup banyak, meskipun belum maksimal.
“Mudah-mudahan ke depannya, perempuan Bali lebih banyak lagi bisa terlibat di pemerintahan maupun sebagai wakil rakyat. Sehingga, diharapkan perempuan Bali bisa lebih banyak lagi dalam mengambil keputusan,” ujar Politisi PDI Perjuangan, pada Rabu (23/9/2026).
Dalam bidang pariwisata, lanjut Rahayuni, perempuan juga berperan dalam memajukan sektor pariwisata di Bali, seperti menjadi tenaga kerja dan pelaku usaha. Menurutnya, banyak pelaku usaha dari kaum perempuan yang sukses di bidang pariwisata.
Di samping itu, kaum perempuan juga berperan aktif dalam memajukan perekonomian di Bali. Hal ini bisa dibuktikan melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dikelola oleh Perempuan. Kreativitas perempuan dalam pengembangan UMKM sangat tinggi, seperti usaha kerajinan lokal Bali, sarana upacara, serta busana adat Bali. Selain memajukan ekonomi Bali, ini membuktikan bahwa perempuan juga menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya Bali.
Begitu juga di bidang pendidikan dan kesehatan, perempuan Bali banyak berperan di dalamnya. Perempuan Bali dinilai banyak mengabdikan dirinya sebagai guru, dokter, maupun perawat.
“Kesimpulannya, bahwa perempuan Bali sudah banyak berperan dalam pembangunan. Karena itu, perempuan Bali sangat hebat dan pintar,” imbuhnya.
Di sisi lain, pengarusutamaan gender juga sangat penting sebagai strategi pembangunan yang berkeadilan dan inklusif. Implementasi pengarusutamaan gender tersebut, sejalan dengan visi pembangunan Bali. (stm)
