BaliBudayaDenpasarNewsPendidikan

Utsawa Bali Sani Kembali Digelar, Tegaskan Komitmen UNHI Kembangkan Ilmu Pengetahuan dan Seni

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menegaskan komitmennya sebagai salah satu perguruan tinggi di Bali yang mendukung pelestarian dan pengembangan seni serta budaya. Hal ini dibuktikan dengan kembali digelarnya Utsawa Bali Sani (UBS) Tahun 2026. Setelah sempat terhenti selama enam tahun, UBS Tahun 2026 mengusung tema “Prabha Niti Widya Sani Prawartana”, yang artinya “Semangat Bersama Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Seni”.

Kegiatan ini sebagai salah satu ruang bagi generasi muda Bali untuk mengekspresikan kreativitas, bakat, dan kecintaan terhadap seni serta budaya Bali. Utsawa Bali Sani berlangsung 24–29 September 2026, sekaligus dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-63 UNHI dan Pujawali di Pura Maha Widya Mandira UNHI. Berbagai kegiatan dan pertunjukan seni akan menghadirkan beragam bentuk kreativitas yang mencerminkan kekayaan budaya Bali.

Pada konferensi pers yang diselenggarakan UNHI, Rabu (23/9/2026), Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Kol. Purn. Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil., mengungkapkan, bahwa tahun ini Utsawa Bali Sani kembali dihidupkan, setelah sebelumnya sempat vakum akibat pandemi covid-19. UBS, kata Dewa Budiana, sekaligus untuk memperkenalkan UNHI kepada masyarakat luas di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.

Selain itu, UBS juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kesenian tradisional Bali yang sudah jarang dipentaskan, sekaligus mempertahankan kearifan lokal Bali.

Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., menegaskan, bahwa kegiatan UBS dalam rangka mengawal tri dharma perguruan tinggi di UNHI. Selain itu, UBS menjadi momentum UNHI untuk tetap kukuh pada agama dan kebudayaan, sebagai pilar utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Menurut Cokorda Bayu Putra, UBS juga menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan seni dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. Perpaduan antara nilai-nilai tradisi dengan kreativitas generasi muda menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperkenalkan kebudayaan Bali kepada masyarakat yang lebih luas. Kehadiran generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga agar seni dan budaya tetap hidup, berkembang, serta relevan dengan perkembangan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia UBS 2026, I Komang Dedi Diana, S.Sn., M.Si., menjelaskan, rangkaian UBS Tahun 2026 diawali dengan acara pembukaan, pada Kamis (24/9/2026), di Panggung Terbuka, depan Pura Maha Widya Mandira, UNHI Denpasar. Kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, serta undangan lainnya. Pada acara pembukaan, akan menampilkan Adi Gurnita “Padma Hredaya”, Atraksi Seni Pencak Silat Bali, serta Pameran Lukisan dan Pameran Lontar. Selain itu, juga dilaksanakan Wimbakara “Penjor Hias” oleh civitas akademika UNHI, yang berlangsung pada pukul 09.00 Wita, di Jaba Sisi Pura Maha Widya Mandira UNHI.

Pada, Jumat (25/9/2026), pada pukul 18.00 Wita, akan berlangsung kesenian Adi Gurnita “Nadi Campuhan” karya Neo Nolin, di Jaba Sisi Pura Maha Widya Mandira UNHI.

Selanjutnya, pada Sabtu (26/9/2026), akan dilaksanakan Wimbakara “Gebogan” oleh civitas akademika UNHI, pada pukul 09.00 Wita. Kemudian, pada sore hari, pukul 16.00 Wita, Adining Pujawali Padudusan Alit Nyatur Rebahan lan Rsi Gana Tedun Masolah Sasuhunan Topeng Puri Blahbatuh, di Pura Maha Widya Mandira UNHI. Kemudian, diakhiri pertunjukan Adi Gurnita “Macepuk Selonding” dari Sanggar Anjasemara, Prami Prani, Prasutit Semara, Napak Tuju, pada pukul 19.00 Wita.

Utsawa Bali Sani 2026 diharapkan tidak hanya menjadi sebuah perhelatan seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan apresiasi yang mampu memperkuat rasa bangga terhadap identitas budaya Bali.

Adapun yang menjadi pembeda atau ciri khas Utsawa Bali Sani dengan festival seni lainnya, yaitu dilaksanakannya Widyatula atau Sarasehan “Tattwaning Walatanda”, pada Minggu (27/9), pukul 09.00 Wita, di Aula Indraprasta UNHI. Sarasehan ini membahas tentang keberadaan barong sebagai benda seni yang sakral, yang belum pernah dibahas dimanapun. Selanjutnya, pada pukul 18.00 Wita, akan dilaksanakan Wimbakara “Bapang Barong dan Makendang Tunggal”, Jaba Sisi Pura Maha Widya Mandira UNHI.

Pada Senin (28/9/2026), akan dilangsungkan Wimbakara “Baleganjur Ngarap”, pada pukul 18.00 Wita. UBS akan ditutup pada Selasa (29/9/2026), dengan pementasan Calonarang “Aji Kakereb” Ida Sasuhunan Napak Pertiwi, yang berlangsung di Jaba Sisi Pura Maha Widya Mandira UNHI.

Sementara itu, Puncak Dies Natalis ke-63 UNHI akan dilaksanakan pada Sabtu (3/10/2026), dan Puncak Pujawali Pura Maha Widya Mandira UNHI, pada Sabtu (26/9/2026). (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *