BaliDenpasarNewsPendidikan

Tidak Lagi Menghukum, Guru BK Miliki Tugas Pencegahan Masalah di Sekolah

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Dewasa ini, stigma guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai polisi sekolah bagi siswa bermasalah mulai ditinggalkan. Dalam praktiknya, guru BK juga menjalankan program pencegahan masalah melalui berbagai kegiatan pembinaan. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi kedisiplinan, etika pergaulan di sekolah, hingga edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak. Upaya ini bertujuan membentuk karakter siswa yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut diungkapkan Akademisi sekaligus Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. Menurutnya, pandangan guru BK zaman dulu dan sekarang sudah berubah. Guru BK saat ini lebih kepada menjalankan fungsi pencegahan, bilamana terjadi masalah di sekolah. Masalah yang dihadapi para siswa tentu sangat kompleks, mulai dari pengaruh media sosial, aksi perundungan atau bullying, persoalan narkoba, serta kekerasan lainnya. Guru BK memiliki tugas untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal negatif di sekolah.

“Guru BK saat ini tidak lagi bertugas untuk menghukum siswa nakal di sekolah. Tetapi sekarang, guru BK memiliki peran sebagai pencegahan masalah di sekolah,” ujar Bagus Arthanegara, Senin (7/9/2026).

Guru BK memiliki peran yang sangat vital di sekolah. Meskipun tidak hadir langsung di ruang kelas, namun guru BK memiliki tugas yang sangat banyak di luar kelas. Pencegahan yang dimaksud, yaitu guru BK melakukan pendekatan emosional kepada para siswa yang bermasalah. Selain itu, guru BK juga menjalankan peran advokasi terhadap perkembangan peserta didik, sehingga berkembang sesuai dengan harapan.

Di sekolah, guru BK tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkonsultasi, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu siswa mengenali potensi diri, mengarahkan minat dan bakat, serta mendukung perencanaan pendidikan lanjutan. Peran ini menjadi bagian penting dalam membantu siswa menentukan arah masa depan mereka.

Selain itu, guru BK juga terlibat dalam proses adaptasi siswa di lingkungan sekolah, baik dari aspek sosial maupun akademik. Pendampingan ini dilakukan agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar secara lebih optimal.

Lebih lanjut Bagus Arthanegara menyebutkan, bahwa tugas guru BK saat ini mencakup 7K, yaitu kebersihan, keamanan, ketertiban, kesehatan, kekeluargaan, kerindangan sekolah, dan keindahan sekolah. Di samping itu, guru BK juga berperan sebagai orang tua ke dua siswa di sekolah.

“Jadi, betul-betul peran guru BK ini sangat menentukan karakter siswa. Sudah banyak buktinya, ketika guru BK menegur siswanya, setelah itu mereka bisa mengembangkan dirinya. Inilah peran guru BK di sekolah,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menekankan, bahwa tugas dan fungsi guru di sekolah sangat berat. Sehingga, perlu diberikan penghargaan kepada semua guru. Sebab, kesinambungan pendidikan tidak hanya bisa diselesaikan oleh satu orang guru, tetapi memerlukan sinergi oleh semua guru.

Dengan berbagai tugas tersebut, guru BK menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan sekolah. Kehadirannya tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada pengembangan siswa secara menyeluruh untuk menghadapi masa depan. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *