BaliDenpasarNewsPendidikanSosbud

Gelar Pengabmas, Poltekkes Kemenkes Denpasar Edukasi Perawatan Masa Nifas Guna Tingkatkan Kesiapan Ibu Hamil Pascapersalinan

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Poltekkes Kemenkes Denpasar secara konsisten menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus mengedukasi menjaga kesehatan ibu dan bayi setelah melahirkan. Pada kesempatan kali ini, Tim Pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan Pengabmas bertajuk “Edukasi Perawatan Masa Nifas sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Ibu Hamil Menghadapi Pascapersalinan di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Selatan”, pada 10-6 Juli 2026.

Masa postpartum merupakan periode yang rentan terhadap berbagai komplikasi, baik secara fisik maupun psikologis. Komplikasi yang sering terjadi, meliputi perdarahan, infeksi, gangguan laktasi, serta masalah kesehatan mental seperti baby blues dan depresi postpartum.

Selain itu, masa postpartum juga menjadi periode penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi, namun tingkat keberhasilannya masih rendah.

Ketua Tim sekaligus pemateri edukasi, Nengah Runiari, S.Kp, S.Pd, M.Kep., Sp.Mat., mengungkapkan, kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan pasca partum merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko komplikasi tersebut.

“Pengetahuan yang tidak memadai dapat menyebabkan ibu tidak mampu mengenali tanda bahaya, tidak melakukan perawatan diri dengan benar, serta kurang siap secara mental dalam menghadapi perubahan setelah persalinan,” kata Runiari didampingi anggota pengabdi Ni Made Juniari, S.Kep., Ners., M.Kep.

Lebih lanjut Runiari menjelaskan, bahwa edukasi postpartum pada ibu hamil merupakan upaya promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi masa nifas.

Melalui edukasi yang terstruktur, ia berharap ibu hamil dapat memahami berbagai aspek penting seperti perawatan luka, nutrisi, manajemen laktasi, mobilisasi dini, serta tanda bahaya postpartum.

“Edukasi juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri ibu, kesiapan psikologis, serta kemampuan dalam merawat diri dan bayinya,” imbuhnya

Ia menambahkan, fokus sasaran kegiatan berjumlah 20 orang, masing-masing terdiri dari ibu hamil trimester II dan Trimester III yang mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas III Denpasar Selatan dan Puskesmas Pembantu Serangan.

Kegiatan dibuka dan didampingi oleh Bidan Ni Wayan Dharmikawati, A.Md.Keb., sebagai penanggung jawab kelas ibu hamil di Puskesmas III Denpasar Selatan, dan Bidan Islamianti, AMd.Keb., selaku penanggung jawab kelas ibu hamil di Puskesmas Pembantu Serangan. Pada Kesempatan tersebut juga diserahkan booklet Menjaga Kesehatan ibu dan Bayi Setelah melahirkan.

Sementara itu, Dharmikawati mengungkapkan, perlunya mempersiapkan ibu hamil dalam melakukan perawatan diri dan perawatan pada bayi baru lahir untuk mencegah terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi pada masa nifas.

Edukasi ini diharapkan bisa berkesinambungan dilakukan di Puskesmas III Denpasar Selatan. Hasil post-tes menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang perawatan ibu postpartum dan bayi baru lahir setelah diberikan edukasi. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *