UMKM Bali Didorong Gabung Koperasi, Dewa Patra: Hasilkan Hubungan Simbiosis Mutualisme

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali didorong agar bisa bergabung dengan koperasi. Koperasi dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Namun, hingga kini masih banyak pelaku usaha yang belum menjadi anggota koperasi, sehingga berbagai program pembinaan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ketua Koperasi Bali Nata Purna Praja (BNPP), I Dewa Nyoman Patra mengungkapkan, bahwa sudah sepatutnya koperasi menggandeng pelaku usaha, sehingga akan menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme). Di satu sisi, koperasi bisa berjalan lancar, di sisi lain pelaku usaha akan dipermudah dalam memperoleh permodalan.
“Koperasi akan diuntungkan dengan menyalurkan dana-dananya, melalui para anggota yang berasal dari pelaku usaha. Yang paling penting, adalah apapun yang diperoleh koperasi itu akan kembali kepada anggota itu sendiri. Jadi, sama-sama diuntungkan disini,” ujar antan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Kamis (16/7/2026).
Selain itu, kata Dewa Patra, pengurus koperasi juga diharapkan mampu memberi peluang pasar kepada para pelaku UMKM. Hal ini, tentu akan menjadi daya tarik bagi pelaku usaha untuk bergabung menjadi anggota koperasi. Jika ini mampu berkembang dengan baik, tentu akan menumbuhkan entrepreneur baru di Bali.
“Hal ini sangat bagus sekali. Selain dibantu permodalan, pelaku usaha juga dibantu dalam hal pemasaran. Tentu ini akan menumbuhkan pelaku usaha yang baru, dan ujungnya akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bali,” imbuhnya.
Dewa Patra menekankan, pengurus dan pengelola koperasi dituntut agar lebih kreatif dan inovatif. Dalam hal ini, pengurus koperasi mesti aktif turun ke pelaku usaha untuk memberikan informasi tentang koperasi. Sehingga, semakin banyak anggota koperasi dari pelaku UMKM yang ikut bergabung. Namun demikian, para pengurus juga harus memiliki jiwa integritas yang tinggi dalam mengelola keberlangsungan koperasi.
“Jika hal tersebut sudah terpenuhi semua, saya yakin tidak akan ada lagi koperasi yang tidak maju di Bali. Oleh karena itu, saya mendorong para pengurus koperasi agar mengajak anggota yang berasal dari pelaku usaha untuk bergabung di koperasi,” tegasnya.
Sementara itu, pemahaman pelaku usaha terhadap manfaat koperasi dan berbagai peluang yang tersedia juga masih perlu ditingkatkan. Bergabung dalam koperasi dinilai menjadi salah satu langkah penting agar UMKM di Bali mampu naik kelas. Melalui koperasi, pelaku usaha akan lebih mudah memperoleh pendampingan, pelatihan, akses teknologi, hingga peluang pembiayaan dibandingkan menjalankan usaha secara mandiri. (stm)
