Dosen INSTIKI Latih Guru SMP Negeri 3 Tegallalang, Manfaatkan Teknologi AI untuk Dongkrak Produktivitas Mengajar

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Tim dosen Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menggelar pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bagi para guru SMP Negeri 3 Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program INSTIKI Community Service (ICS) ini, berlangsung pada 10 Juni 2025 dan diikuti oleh 33 guru dari berbagai mata pelajaran.
Program pengabdian ini dipimpin oleh Ni Kadek Nita Noviani Pande bersama tiga dosen lain, yaitu I Ketut Setiawan, Komang Redy Winatha, dan Desak Made Dwi Utami Putra, serta melibatkan tiga mahasiswa pendamping. Kegiatan ini digagas untuk menjawab tantangan transformasi digital yang dihadapi guru di sekolah menengah pertama tersebut.
Kesenjangan Literasi AI di Kalangan Guru
Program ini bermula dari kondisi yang ditemukan tim pelaksana di SMP Negeri 3 Tegallalang, sekolah yang berlokasi di luar pusat kota dengan akses informasi dan pelatihan teknologi yang masih terbatas. Meskipun sekolah ini telah memiliki satu laboratorium komputer dengan kondisi baik, para guru masih menghadapi kendala dalam menyusun rencana pembelajaran yang adaptif serta melakukan analisis data untuk memantau kemajuan belajar siswa secara lebih mendalam.
Sebagian besar guru juga belum memahami secara menyeluruh potensi pemanfaatan AI dalam menunjang pembelajaran, baik untuk perencanaan materi, pembuatan media ajar interaktif, pengelolaan kelas, maupun penilaian hasil belajar. Persoalan ini diperparah oleh keterbatasan pelatihan yang relevan dan kontekstual dengan kebutuhan guru di lapangan, sementara pelatihan teknologi yang tersedia selama ini cenderung bersifat umum dan kurang aplikatif.
Kondisi tersebut, sejalan dengan sejumlah kajian terdahulu yang menyoroti pentingnya penguatan kompetensi digital tenaga pendidik di era kecerdasan buatan, mengingat guru dituntut mampu mengelola waktu kerja secara lebih efisien sekaligus menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa yang beragam. Beberapa program pelatihan AI bagi guru di berbagai daerah turut menjadi rujukan, yang secara umum menunjukkan bahwa pendampingan teknis langsung lebih efektif dibandingkan sosialisasi konsep semata.

Metode Pelatihan Bertahap dan Berkelanjutan
Menjawab persoalan tersebut, tim dosen INSTIKI merancang kegiatan dalam lima tahap, dimulai dari persiapan, identifikasi masalah, pelaksanaan kegiatan, pendampingan pasca pelatihan, hingga evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, peserta terlebih dahulu diberikan pengenalan konsep dasar AI, termasuk prinsip kerja pembelajaran mesin dan penerapannya dalam dunia pendidikan.
Setelah pemaparan konsep, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi berbagai aplikasi AI yang relevan bagi tugas mengajar sehari hari, seperti penggunaan ChatGPT untuk perencanaan pembelajaran dan penyusunan soal, Canva AI untuk pembuatan media visual, serta Quizizz untuk evaluasi hasil belajar siswa. Guru kemudian diberi kesempatan praktik langsung mengoperasikan alat alat tersebut, dilanjutkan dengan sesi studi kasus dan diskusi kelompok untuk merancang strategi penerapan AI yang sesuai dengan kondisi nyata di sekolah.
Sebagai bentuk keberlanjutan, tim pengabdi juga menyediakan pendampingan pasca pelatihan melalui konsultasi individu dan diskusi kelompok secara daring, agar guru tetap mendapat dukungan selama proses implementasi teknologi AI di kelas.
Hasil Pelatihan: Guru Kuasai ChatGPT dan Quizizz
Berdasarkan berita acara kegiatan, hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman sekaligus kemampuan praktik langsung dalam menggunakan AI, khususnya pada aplikasi ChatGPT dan Quizizz. Guru guru dilaporkan mampu memanfaatkan kedua alat tersebut untuk mendukung penyusunan materi ajar dan proses evaluasi pembelajaran.
Tim pelaksana turut mencatat perubahan sikap yang positif pada peserta, yang terlihat semakin terbuka dan antusias untuk terus belajar serta berinovasi dalam pembelajaran berbasis digital. Penerapan teknologi AI dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, pembuatan media ajar, dan analisis hasil belajar siswa dinilai berdampak pada efisiensi kerja guru sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Kendala Literasi Digital dan Infrastruktur
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kesenjangan literasi digital pada sebagian guru yang masih terbatas dalam mengoperasikan perangkat teknologi dan aplikasi AI. Kendala ini diatasi melalui pembelajaran bertahap, penggunaan media visual interaktif, serta pendekatan tutor sebaya antarpeserta.
Selain itu, keterbatasan ketersediaan perangkat dan koneksi internet turut menjadi hambatan pada saat sesi praktik berlangsung. Tim pelaksana menyiasati kondisi tersebut dengan menyediakan akses perangkat selama pelatihan serta memberikan alternatif latihan secara luring bagi peserta yang mengalami kendala koneksi.
Rekomendasi Keberlanjutan Program
Tim pelaksana merekomendasikan agar program pendampingan lanjutan dan pelatihan tahap lanjut terus dilakukan, sehingga guru semakin mahir mengintegrasikan AI dalam berbagai konteks pembelajaran. Penguatan infrastruktur sekolah, seperti penambahan perangkat digital dan peningkatan akses internet, juga dipandang perlu agar penerapan teknologi AI dapat berjalan lebih optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan secara rutin oleh dosen di lingkungan INSTIKI, dengan pembiayaan penuh dari institusi guna mendukung transformasi digital pendidikan di Bali, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama. (stm)
