Dikenal sebagai Miniatur Dunia, Desa Tibubeneng Menjelma menjadi Destinasi Pariwisata Premium

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Desa Tibubeneng merupakan kawasan berkembang pesat di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, yang bertransformasi dari desa agraris menjadi destinasi pariwisata premium. Berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia di selatan, desa ini terkenal dengan kawasan pesisir ikonik dan perpaduan budaya tradisional Bali dengan fasilitas modern.
Desa Tibubeneng sendiri dikenal sebagai miniaturnya dunia, seiring semakin banyaknya wisatawan dari berbagai negara yang datang ke desa tersebut. Tibubeneng memiliki magnet yang sangat luar biasa, terutama karena keindahan pantainya memukau. Hingga saat ini, jumlah penduduk yang ada di desa Tibubeneng berjumlah lebih dari 12.000 jiwa, dan sebagian besar berkecimpung di sektor pariwisata.
Seiring berkembangnya sektor pariwisata, mengakibatkan ketersediaan lahan pertanian di desa Tibubeneng semakin berkurang. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tibubeneng, I Made Kamajaya, SE., mengatakan, bahwa pihaknya tengah berupaya untuk menekan alih fungsi lahan yang terjadi di desa Tibubeneng. Namun, hal ini tentu harus menyesuaikan dengan regulasi yang ada di pemerintah.
“Kami berharap dapat menekan ini (alih fungsi lahan). Namun, kami hanya memiliki kewenangan yang terbatas, karena semua regulasi ada di pemerintah. Sehingga, kami cuman bisa mengontrol agar setidaknya apa yang menjadi regulasi di pemerintahan bisa dijalankan dengan baik di bawah,” ujarnya saat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bersama Poltekkes Kemenkes Denpasar, Sabtu (4/7/2026).
Lebih lanjut Kamajaya menyebutkan, bahwa setiap harinya desa Tibubeneng dikunjungi lebih dari 20.000 orang. Hal ini tentu berdampak terhadap derajat kesehatan dan keamanan di desa Tibubeneng. Oleh karena itu, pihak desa menjalin kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar, secara konsisten meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat.
Guna menjaga keamanan di Tibubeneng, pihak desa telah mengerahkan Linmas (Perlindungan Masyarakat) yang bekerja sama dengan pecalang. Linmas dan pecalang melaksanakan patroli setiap hari, yang dibagi menjadi tiga shift. Hal ini juga diperkuat dengan pemasangan 96 kamera cctv di 28 titik.
“Kami berharap dengan pemasangan cctv ini dapat mempercepat pengungkapan kasus, bila mana terjadi tindak criminal di desa Tibubeneng,” pungkasnya. (stm)
