BaliDenpasarNewsPendidikan

UNHI Denpasar Lepas 322 Wisudawan dan Siap Buka Prodi Magister Hukum Baru

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kembali menggelar Rapat Senat Terbuka dengan agenda Wisuda di dalam area kampus Tembau, Denpasar, Sabtu 23 Mei 2026. Momen ini menjadi sangat bersejarah karena bertepatan dengan hari suci Saniscara Kliwon Wariga (Tumpek Wariga) serta menandai kembalinya pelaksanaan wisuda di lingkungan kampus setelah sekitar delapan tahun absen.

Rektor UNHI Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa momentum wisuda kali ini membawa semangat ekologi yang mendalam bagi seluruh civitas akademika, sekaligus menandai masa bakti baru kepengurusan senat.

“Nggih, hari niki nepek saniscara kliwon wariga. Sungguh bersejarah. Karena niki rapat senat terbuka pertama, pidato titiang pinaka rektor pada acara wisuda, sekaligus juga ketua senat baru Universitas Hindu Indonesia masa bakti 2026-2030,” ujar Cokorda Gde Bayu Putra saat ditemui di sela-sela acara.

Ia menambahkan, pemilihan hari Tumpek Wariga ini diharapkan mampu memberikan filosofi pertumbuhan yang kuat bagi para lulusan dalam menghadapi masa depan.

“Mengapa dipilih saniscara kliwon tumpek wariga? Karena memang ini periode Mei wisuda kami, yang kebetulan disemangati memelihara ekologi ini. Mudah-mudahan mahasiswa, wisudawan, wisudawati bisa tumbuh dan berakar kuat juga di dalam mengembang ilmu pengetahuan, termasuk juga mengarungi perkembangan zaman ke depan,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Biro Akademik UNHI, jumlah lulusan yang dilepas pada periode ini mencapai 322 wisudawan yang berasal dari jenjang Strata 1 (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3). Keputusan untuk menyelenggarakan kembali prosesi wisuda di dalam kampus setelah sebelumnya sempat dialihkan akibat pandemi Covid-19 dan faktor lainnya memiliki esensi filosofis dan praktis yang kuat bagi UNHI.

“Yang spesial tentu kami kembali menggelar rapat senat terbuka dengan agenda wisuda ini di kampus kami tercinta, di Universitas Hindu Indonesia. Karena sejak sudah mungkin 8 tahun Covid terakhir ya, dan hari ini kita memulai kembali untuk menyelenggarakan wisuda di kampus Tembau,” bebernya.

Menurutnya, ada dua tujuan utama di balik kembalinya pelaksanaan wisuda ke dalam area kampus. Selain aspek kesiapan infrastruktur, hal ini berkaitan erat dengan tradisi akademik spiritual yang dipegang teguh oleh UNHI.

“Satu, membangun satu kepercayaan diri bahwa kita mampu untuk menyelenggarakan di dalam kampus. Yang kedua, infrastruktur kami mendukung. Karena mahasiswa ini ketika masuk di UNHI diupacarai dengan Widya Jayanti, dan ketika keluar dari UNHI ya harus di kampus kembali,” tegasnya.

Terkait dengan kualitas lulusan, Cokorda Gde Bayu Putra memaparkan bahwa masa tunggu para alumni UNHI untuk mendapatkan pekerjaan masih tergolong sangat ideal, yakni berada di bawah waktu enam bulan.

“Masa tunggu sesuai data tracer study kami di bawah 6 bulan masih. Dan ini merupakan indikator IAPT (Instrumen Akreditasi Program Studi) yang menurut saya ya cukup ideal juga, kita pertahankan trennya ke depan,” tuturnya optimis.

Menjelang tahun akademik baru, UNHI Denpasar juga membawa kabar baik bagi masyarakat dengan siap dibukanya program studi (prodi) baru, yaitu Magister Hukum (S2). Surat Keputusan (SK) pendirian prodi tersebut akan segera diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII.

“Satu yang nanti akan diserahkan Pak Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah VIII itu kan pendirian Magister Hukum, yang SK-nya sudah terbit dan segera kita bisa promosikan. Dan juga memang pendaftar juga sudah mulai satu dua berdatangan, dan kami mohon dukungan masyarakat juga untuk mempercayakan putra-putri terbaiknya bersekolah dan berkuliah di UNHI,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Senat UNHI Denpasar, Prof. Dr. Ir. IB. Yudha Triguna, M.S. menyatakan komitmen senat selaku mitra rektor untuk terus mendorong kinerja jajaran rektorat agar tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat.

“Sebagai mitra rektor, tentu kami berusaha memberi motivasi kepada rektor dan seluruh jajarannya, pembantu-pembantunya, untuk senantiasa bekerja dengan motivasi tinggi dengan koridor aturan-aturan yang jelas. Karena dengan demikian, niscaya masyarakat ya kita harapkan semakin percaya kepada lembaga ini, semakin terbuka untuk menyekolahkan putra-putri mereka di kampus yang terbaik untuk kampus perguruan tinggi agama Hindu ini,” ungkap IB Yudha Triguna.

Menjawab tantangan kemajuan teknologi saat ini, IB Yudha Triguna menekankan bahwa UNHI akan tetap mempertahankan karakteristik khasnya sebagai perguruan tinggi bernuansa Hindu, tanpa menutup mata terhadap tuntutan modernisasi global.

“Saya kira Pak Rektor dengan jajarannya sudah memikirkan bahwa ada prodi klasik yang harus dipertahankan, tidak boleh hilang sebagai penciri dari lembaga pendidikan agama Hindu. Tetapi juga lembaga ini tidak boleh tertinggal dari kebutuhan-kebutuhan aktual dari prodi yang harus dikembangkan,” pungkasnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *