Dibalik Lahirnya Seni Lukis Miniatur “Keliki Kawan Style” dan Komunitas Om Hara Kailasha Painter

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Komunitas Om Hara Kailasha Painter berlokasi di Banjar Keliki Kawan, Desa Kelusa, Payangan, Gianyar. Sejak berdiri dari tahun 2010 lalu komunitas ini memiliki visi misi untuk mewadahi kreativitas anak-anak melukis sejak dini sekaligus mengenalkan dan melestarikan lukisan “Keliki Kawan Style”.
Namun, di balik lahirnya komunitas tersebut, ada tiga tokoh yang sangat berjasa sebelum berdirinya Om Hara Kailasha Painter. Tokoh tersebut, ialah Alm. I Ketut Sana, I Nyoman Muliawan, dan I Made Astawa. Ke tiga pencetus tersebut, memadukan gaya lukisan Ubud dan Batuan yang dituangkan ke dalam media kertas berukuran sangat kecil (miniatur).
I Nyoman Muliawan bergelut di dunia seni lukis sejak tahun 1970-an. Awalnya, ia melukis di atas kanvas. Seiring berjalannya waktu, Nyoman Muliawan kemudian beralih menggunakan media kertas kecil untuk melukis. Karena semangat yang kuat untuk belajar seni lukis dengan menggunakan kertas, Nyoman Muliawan kemudian mencari referensi seni lukis ke Desa Batuan, Ubud, Gianyar. Di Batuan, ia bertemu maestro seni lukis bernama I Made Bukel, I Ketut Murtika, dan Ketut Pica. Setelah memperoleh referensi tersebut, ia terus mengembangkan gaya lukisan Keliki Kawan Style di kediamannya.
Ditemui di kediamannya, pada Minggu (17/5/2026), Nyoman Muliawan menuturkan, bahwa setelah mencari referensi di Desa Batuan, lahirlah seni lukis miniatur Keliki Kawan Style. Sejak saat itu, seni lukis miniatur Keliki Kawan Style semakin berkembang hingga saat ini.
Lukisan Keliki Kawan Style dikenal dengan detail yang sangat rumit, penuh corak, dan didominasi oleh miniatur figur atau pemandangan yang bernuansa kehidupan sehari-hari serta mitologi.
“Semakin banyak dikenal, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi perantara dalam memasarkan lukisan Keliki Kawan Style,” ungkapnya.
Namun demikian, perkembangan seni lukis miniatur Keliki Kawan Style tidak berjalan mulus begitu saja. Ketika bom Bali satu dan dua meledak, penjualan lukisan langsung anjlok. Saat itu, sangat sulit untuk memasarkan lukisan, ditambah semakin banyak pelukis yang beralih profesi. Beruntung saat itu tonggak estafet seni lukis miniatur Keliki Kawan Style diteruskan oleh sang putra, I Wayan Mardika. Ia bersama salah satu anggota komunitas, Ngakan Putu Suartika mencoba menyelamatkan karya-karya lukisan Keliki Kawan Style. Ngakan Putu Suartika disebut sebagai salah satu penyelamat, dengan membeli sejumlah karya lukisan Keliki Kawan Style.
“Dari keprihatinan saya atas seni Lukis ini di tahun 2008 saya mencari bibit-bibit pelukis anak-anak untuk saya ajak belajar melukis. Di tahun 2010, saya mendirikan Komunitas Om Kara Kailasha Painter. Di sinilah saya memperkenalkan tradisi melukis pada anak anak generasi muda,” ujar Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Om Hara Kailasha Painter, I Wayan Mardika.
Lebih lanjut, Wayan Mardika menjelaskan, Komunitas Om Hara Kailasha Painter pertama kali diberikan kesempatan pameran di Puri Lukisan Ubud, pada tahun 2014. Sejak saat itu, semangat para pelukis Keliki Kawan Style semakin tinggi, sehingga terus berkarya. Pada akhirnya, salah satu anggota komunitas bernama I Made Sedana, mentransformasikan lukisan burung dan hutan lebih detail (kecil) lagi daripada yang ada sebelumnya.
“Kami di komunitas ini memiliki masing-masing peran yang sama, dalam hal pelestarian seni lukis Keliki Kawan Style. Bukan hanya sekadar mengikuti pameran saja, tapi ini menjadi komitmen kami bersama untuk selalu berkegiatan di rumah,” tegasnya.
Saat ini, kata Wayan Mardika, Komunitas Om Hara Kailasha Painter juga sedang melangsungkan pameran di Puri Lukisan Ubud. Rencananya, komunitas ini juga akan kembali melangsungkan pameran di Museum Arma, Ubud, Gianyar, pada bulan September 2026. Tema yang diangkat pada pameran nanti, yaitu Keliki Kawan Style Bangkit.
“Kenapa kami mengangkat tema Keliki Kawan Style Bangkit. Jadi, kami berusaha tidak membuat gaya lukisan baru, melainkan membangkitkan yang sudah ada. Harapan kami ke depannya, semoga lukisan Keliki Kawan Style ini semakin berkembang dan eksis,” tutupnya. (stm)
