Dewa Patra Berharap Koperasi Manfaatkan Peluang KUR dan Perumahan Rakyat

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Keberadaan koperasi di Bali diharapkan tidak hanya bertumpu pada sektor simpan pinjam, tetapi mulai berinovasi ke sektor yang lebih strategis. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Koperasi Bali Nata Purna Praja (BNPP), I Dewa Nyoman Patra, pada Rabu (22/4/2026), di Denpasar.
Menurutnya, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memajukan koperasi. Selain itu, peran pengelola baik itu pengurus maupun manajer koperasi juga tak kalah penting. Sehingga, koperasi mampu dikelola secara profesional, inovatif, kreatif dan berintegritas.
“Kalau ini sudah dilakukan, saya yakin dan percaya tidak ada alasan koperasi untuk tidak maju. Disini lah peran intern dari koperasi itu sendiri. Peran pemerintah dalam memberikan peluang dan kesempatan kepada koperasi, untuk mengembangkan usaha,” ujar Mantan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali ini.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), lanjut Dewa Patra, para pengelola dituntut untuk memiliki profesionalisme dalam mengelola koperasi. Sehingga, tidak hanya monoton di sektor simpan pinjam. Dari sisi permodalan, ia menyebut bahwa pemerintah memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ini tentu merupakan peluang yang sangat bagus bagi koperasi agar semakin berkembang.
“Ini sebenarnya peluang yang sangat bagus sekali bila dimanfaatkan oleh koperasi. Namun, dengan catatan koperasi itu harus berkualitas dan sehat,” imbuhnya.
Ia menilai, koperasi di Bali sebenarnya memiliki potensi untuk dilibatkan dalam berbagai program pemerintah, termasuk program perumahan rakyat yang saat ini tengah digalakkan. Menurutnya, koperasi dapat masuk ke sektor properti atau perumahan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.
“Anggota koperasi atau masyarakat ini pasti akan membutuhkan rumah. Oleh karena itu, alangkah baiknya kalau dari koperasi diturunkan KUR, kemudian dimanfaatkan oleh anggota. Kalau pun ada keuntungan pasti akan dikembalikan ke anggota koperasi,” tegasnya.
Koperasi, kata Dewa Patra, merupakan sebagai soko guru atau pilar kekuatan ekonomi masyarakat yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong. Keuntungan yang diperoleh dari koperasi tentunya akan kembali kepada anggotanya masing-masing. Hal ini lah yang menjadi keunggulan koperasi dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya.
Ekspansi koperasi ke sektor-sektor strategis merupakan langkah positif untuk memperkuat posisi koperasi dalam perekonomian nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap lembaga keuangan konvensional. Keterlibatan koperasi dalam proyek pembangunan dan program pemerintah juga dinilai akan memperkuat ekonomi berbasis anggota dan masyarakat. (stm)
