Jelang Karya di Pura Samuantiga, Krama Adat Bedulu Mulai “Ngayah”

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Piodalan di Pura Kahyangan Jagat Samuantiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, tinggal beberapa hari lagi, tepatnya pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Krama adat Bedulu secara tulus ikhlas ngayah untuk persiapan karya di Pura Samuantiga, Gianyar, dengan tradisi unik Ngambeng. Tradisi Ngambeng ini merupakan wujud bhakti generasi muda dan warga Desa Pakraman Bedulu dalam mendukung persiapan upacara, seperti karya padudusan agung.
Pantauan dari tim liputan di Pura Samuantiga, pada Kamis (16/4/2026), krama adat Bedulu, mulai dari anak-anak, pemuda hingga orang tua tumpah ruah ngayah di pura. Ada yang mempersiapkan bebantenan, memasang piranti suci, hingga mengecat prada.
Lantaran begitu banyak pengayah, pihak panitia pura menugaskan satu banjar untuk mempersiapkan ‘pica’ atau makanan dan minuman untuk pengayah.
Menurut Manggala Karya, I Gusti Ngurah Made Serana, sebelum memulai mempersiapkan sarana upakara piodalan, didahului dengan ritual nyambut karya pada 16 April 2026. Sebelum puncak karya, pada tanggal 30 April 2026 juga akan dilangsungkan prosesi tawur agung. Kemudian, penyineban Ida Bhatara dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2026. Sehari sebelumnya, pada 13 Mei 2026 akan dilangsungkan prosesi melasti ke segara atau pantai Masceti dengan berjalan kaki kurang lebih sepanjang 13 kilometer.
“Melasti ini akan melibatkan kurang lebih 10 ribu krama atau masyarakat. Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh umat se-dharma yang ingin tangkil ke Pura Samuantiga, agar mengikuti jadwal sesuai dudonan karya yang ada. Sehingga, tidak terjadi kemacetan di ruas jalan,” jelasnya.
Berkaitan dengan pengelolaan sampah selama karya, ia menyampaikan, bahwa seluruh panitia karya sudah menyiapkan teknik tertentu melalui sistem pemilahan dan pengangkutan. Untuk itu, ia berharap kepada para pemedek agar tidak menggunakan plastik sekali pakai, serta membawa sisa sarana upakara kembali pulang atau dibawa ke tempat sampah yang telah disiapkan.
“Ini tentu sangat membantu kami sebagai pengayah. Terutama plastik kami mohon jangan ada yang bawa lagi,” tegasnya. (stm)
