Sosialisasi Bangga Kencana di Seraya Timur, Tutik Tekankan Pentingnya Perencanaan dalam Keluarga

KARANGASEM, STATEMENTPOST.COM – Dalam rangka meningkatkan pemahaman, peran serta dan partisipasi masyarakat terhadap Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., bersama mitra kerja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan kegiatan sosialisasi di Desa Seraya Timur, Karangasem, pada Minggu (4/10/2026).
Sosialisasi ini disambut antusias yang sangat luar biasa dari masyarakat Desa Seraya Timur, termasuk generasi muda yang sebagian besar belum memahami tentang keluarga berencana.
Menurut Tutik Kusuma Wardhani, program ini tidak semata-mata hanya berkaitan keluarga berencana, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga.
Lebih lanjut Tutik menjelaskan, bahwa sosialisasi ini menyasar ibu-ibu muda agar bisa merencanakan keluarga sesuai dengan kemampuan. Faktor ekonomi menjadi hal yang sangat penting sebelum merencanakan kehidupan berkeluarga.
Selain itu, kegiatan ini juga menyasar para remaja putra dan putri agar bisa merencanakan usia pernikahan yang tepat. Ia menyebut usia ideal menjalani pernikahan setidaknya 25 tahun untuk laki-laki, dan 21 tahun untuk perempuan.
“Kalau mereka menunggu mapan dulu kemudian menikah di usia lebih dari itu, tentu kami sangat mendukung. Karena, memang itu yang diharapkan oleh pemerintah,” ujar Srikandi asal Kabupaten Buleleng.
Di sisi lain, membangun keluarga yang berkualitas dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah stunting, sekaligus menyiapkan generasi sehat dan berdaya saing. Program Bangga Kencana bukan hanya tentang pengendalian penduduk, tetapi bagaimana mampu membangun keluarga Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya.
Melalui penguatan program Bangga Kencana, masyarakat khususnya generasi muda semakin memahami bahwa keluarga yang berkualitas harus dibangun sejak sebelum pernikahan. Termasuk juga harus terus menjaga kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perencanaan keluarga, serta keterlibatan orang tua. (stm)
