BaliBulelengNewsPendidikanSpiritual

Memaknai Piodalan Purnama Kapat di Perdiknas, Wujud Syukur dan Momen Refleksi

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Lantunan kidung suci dan merdunya suara genta mengiringi piodalan di Pura Padmasana Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas), Denpasar, pada Sabtu (26/9/2026). Bertepatan dengan rahina Purnama Kapat, pimpinan Perdiknas bersama para guru, siswa, dan staf secara khusyuk mengikuti persembahyangan bersama. Upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Sakti Telaga Mas, dari Griya Mas, Sanur, Denpasar.

Momen purnama pada sasih kapat, diyakini sebagai waktu payogan atau pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk menyucikan diri dari kegelapan (awidya) menuju kesadaran suci (widya).

Selain itu, sasih kapat (bulan Kartika) dianggap sebagai bulan keseimbangan, yaitu masa peralihan dari musim kemarau menuju awal musim penghujan, saat bunga-bunga mulai bermekaran.

Piodalan ini menjadi sarana bagi umat Hindu untuk memohon ketenangan batin, keselamatan, kesejahteraan, serta memperkuat keharmonisan spiritual dan rasa persaudaraan antarsesama.

Ketua Perdiknas Denpasar, Dr. A.A.N. Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., M.Si., mengungkapkan, bahwa bulan purnama tidak hanya datang sebagai puncak pencapaian, tetapi sebagai jeda untuk melihat kembali ke arah yang ingin dituju. Begitu juga dengan pendidikan, memerlukan momentum berhenti sejenak untuk merefleksikan segala sesuatu yang belum maupun yang sudah dicapai.

“Bulan tidak mampu menghasilkan cahayanya sendiri. Begitu juga guru, ia bukan sumber kebenaran, tapi memantulkan potensi yang sudah ada pada murid,” ucap ESG saat ditemui usai piodalan.

Menurutnya, piodalan menjadi momentum memanjatkan rasa syukur atas perolehan peserta didik baru di SMP Nasional Denpasar, SMK Teknologi Nasional Denpasar, serta Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas). Perolehan tersebut, dinilai cukup untuk berproses di tengah gempuran dan ketatnya persaingan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Serangkaian piodalan ini juga menjadi momentum dalam mengimplementasikan filosofi Tri Hita Karana, yaitu menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Secara bersamaan, piodalan juga dilaksanakan di Pura Padmasana SMK Teknologi Nasional Denpasar. Piodalan ini juga sekaligus menggelar prosesi Sisya Upanayana sebagai rangkaian penyambutan dan pengesahan peserta didik kelas 10, secara sekala niskala.

Kepala SMK Teknas, Dr. Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, bahwa upacara ini sebagai wujud penyucian spiritual murid baru untuk menandai kesiapan diri dalam menerima ilmu pengetahuan secara resmi di sekolah.

Upacara ini juga sebagai pengembangan karakter serta menandai resminya siswa baru sebagai warga di SMK Teknas Denpasar.

rangkaian upacara diawali dengan ngayah sehari sebelumnya, untuk mempersiapkan piodalan di rahina Purnama Kapat. Kemudian, dilanjutkan dengan pembersihan di area sekolah, serta nunas tirta ke sejumlah pura di lingkungan Panjer, Denpasar.

Menurut Agek, Purnama Kapat dinilai sebagai hari suci bagi umat Hindu, yang sering dijadikan sebagai pujawali atau piodalan di sejumlah pura di Bali. Selain itu, rahina purnama kapat menjadi momentum yang sangat penting bagi warga sekolah untuk mengucap syukur atas perjalanan SMK Teknas selama ini. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *