BaliDenpasarNewsPendidikan

Generasi Muda Memiliki Peran Penting dalam Menjaga Demokrasi

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Dewasa ini, generasi muda menjadi aktor penting dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia. Demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda.

Akademisi sekaligus Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., mengungkapkan, bahwa pada hakikatnya demokrasi memiliki makna, yaitu pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Membangun kesadaran akan pentingnya menjaga demokrasi, merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

“Demokrasi di Indonesia sudah berjalan sejak dahulu. Dan untuk generasi sekarang, pengenalan demokrasi sudah dilakukan sejak duduk di sekolah dasar (SD),” ujarnya.

Pendidikan demokrasi, kata Arthanegara, bisa dilihat dari mata Pelajaran Pancasila. Pancasila mengandung arti demokrasi, terutama pada sila keempat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Sila ini, menekankan pentingnya kehidupan demokratis, pengutamaan musyawarah untuk mencapai mufakat, serta larangan memaksakan kehendak kepada orang lain.

“Pelaksanaan demokrasi di sekolah bisa dilihat pada saat pemilihan ketua OSIS. Jadi, anak muda sudah mengenal demokrasi sejak dini. Begitu halnya di tingkat mahasiswa, demokrasi dilakukan saat pemilihan ketua BEM,” jelasnya.

Demokrasi di tingkat masyarakat, lanjut Arthanegara, bisa dilakukan saat pemilihan kepala daerah. Dalam hal ini, masyarakat bebas dalam menentukan pilihannya sesuai hati nurani mereka. Masyarakat Indonesia sebagai pelaksana setia Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sudah sangat baik dalam mengimplementasikan demokrasi. Untuk itu masyarakat sudah melaksanakan kegiatan demokrasi. Selain itu masyarakat juga belajar bertanggung jawab saat pelaksanaan gotong royong.

Sistem demokrasi di Indonesia dinilai sudah terlaksana dengan baik dari dahulu. Hal ini dibuktikan dari kebebasan masyarakat dalam memeluk agama di Indonesia, yang tertuang dalam Pancasila sila pertama, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.

“Tidak semua negara bisa melakukan itu. Ini menunjukkan bahwa negara kita sangat menjunjung tinggi demokrasi,” tegasnya.

Ia juga berharap, selain generasi muda dan masyarakat, para pemimpin di Indonesia mampu memberikan contoh dalam menjalankan demokrasi yang baik. Hal ini bisa menjadi teladan bagi generasi muda dalam mengimplementasikan demokratis yang sebenarnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *