Hadir di Banjar Tengah Serangan, Tutik Kusuma Wardhani Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Sosialisasi program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan terus digencarkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., bersama mitra kerja BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bali Denpasar. Sosialisasi yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026), di Banjar Tengah, Serangan, Denpasar, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang perlindungan risiko kerja bagi pekerja formal maupun informal, yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Antusias masyarakat Banjar Tengah, Serangan, dalam mengikuti sosialisasi program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sangat luar biasa. Hal ini dibuktikan dari keaktifan warga saat mengikuti sesi tanya jawab. Melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin sadar untuk melindungi dirinya melalui program jaminan sosial.
Adapun program utama yang disosialisasikan, yaitu perlindungan biaya pengobatan dan santunan saat terjadi kecelakaan dalam hubungan kerja (Jaminan Kecelakaan Kerja), santunan bagi ahli waris jika peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja (Jaminan Kematian), serta tabungan jangka panjang untuk memastikan tersedianya dana di masa tua atau saat tidak lagi bekerja (Jaminan Hari Tua).
Di akhir acara, Tutik Kusuma Wardhani mengungkapkan, bahwa pemahaman masyarakat mengenai program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan selama ini masih rancu. Sehingga, melalui sosialisasi ini masyarakat semakin paham dan tertarik untuk mengikuti program jaminan sosial.
“Kami melihat, bahwa masyarakat masih awam terkait manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Mereka masih rancu untuk membedakan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Sehingga, setelah kami sosialisasikan, mereka jadi paham dan tertarik dengan program ini,” jelas Srikandi asal Kabupaten Buleleng ini.
Ia menekankan, masyarakat khususnya di Banjar Tengah, Serangan, wajib mengikuti program jaminan sosial ini, mengingat sebagian besar profesinya sebagai pekerja informal atau bukan penerima upah. Program ini tentu sangat bermanfaat untuk memberikan perlindungan sosial bagi warga.
“Jadi, program ini memberikan jaminan perlindungan atas apa yang mereka alami ke depannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Adventus Edison Souhuwat, yang diwakili Kepala Bidang Kepesertaan (KSA), Desmon Renhat Jaminansen menjelaskan, bahwa target dan sasaran program jaminan sosial ini dibagi menjadi empat, yaitu pekerja formal (Penerima Upah), pekerja informal (Bukan Penerima Upah), jasa konstruksi, dan pekerja migran (PMI). Sosialisasi ini lebih menyasar kepada pekerja informal (Bukan Penerima Upah), karena sebagian besar profesi masyarakat Banjar Tengah, Serangan, yaitu sebagai nelayan.
Di Kota Denpasar, kata Desmon, cakupan peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dari sektor pekerja informal mencapai 207.000 orang. Sementara, target peserta sektor pekerja informal hingga akhir tahun 2026 sebanyak 313.000 orang.
“Harapan kita, semakin banyak lagi masyarakat pekerja informal yang bisa dilindungi, khususnya di Kota Denpasar. Sosialisasi ini bukan hanya sekadar mengajak masyarakat untuk ikut bergabung, tetapi lebih kepada meningkatkan kesadaran untuk melindungi diri mereka. Kita gak mau masyarakat yang bekerja ini tidak memperhatikan keselamatan dirinya,” ujar Desmon penuh harap.
Lurah Serangan, Ni Wayan Sukanami, SE., mengungkapkan, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi warga Serangan. Program ini, kata Sukanami, setidaknya dapat memberikan perlindungan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, yang telah memberi kesempatan kepada warga Serangan untuk mengikuti sosialisasi ini.
“Sedikit banyaknya memberikan keuntungan bagi warga yang mau mengikuti program jaminan sosial ini. Kita tidak tahu kapan akan terkena musibah, sehingga program ini memberi jaminan jika terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya. (stm)
