Perkuat Rasa Kebersamaan dalam Keberagaman, Tutik Kusuma Wardhani Menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kampung Wanasari

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Demokrat yang juga anggota MPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika). Kegiatan dilaksanakan di Kampung Wanasari, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, pada Senin, 16 Maret 2026.
Sosialisasi ini dihadiri oleh 150 masyarakat dari berbagai kalangan, yaitu PKK, Kepala Rumah Tangga, dan Karang Taruna. Kegiatan turut dihadiri oleh Pengurus Dusun Wanasari, H. Badrus Samsi dan seluruh Kepala RT.
Tutik Kusuma Wardhani mengatakan, bahwa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertujuan untuk memperkuat rasa kebangsaan dan kebersamaan dalam keberagaman. Selain itu, kegiatan ini juga mengingatkan kepada saudara muslim kampung Wanasari, agar senantiasa hidup berdampingan secara damai, saling menghormati antar kelompok, dan menumbuhkan solidaritas kebangsaan tanpa memandang latar belakang.
Ia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan Kelian Dusun Wanasari, H. Badrus Samsi, yang telah memberikan kesempatan dalam melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di wilayahnya.

“Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara ini memberikan pembelajaran kepada kita semua untuk lebih mengenal Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Sehingga, kita akan semakin sadar tentang berkehidupan berbangsa dan bernegara di masyarakat dalam bingkai keberagaman. Gotong-royong, toleransi, dan kerukunan dalam hidup berdampingan di masyarakat merupakan sebuah warisan leluhur yang harus kita jaga bersama hingga saat ini,” jelas Bunda Tutik.
Sementara itu, Kepala Dusun Kampung Wanasari, menyambut baik kehadiran Anggota MPR/DPR RI Tutik Kusuma Wardhani di lingkungan Kampung Wanasari. Beliau menyampaikan bahwa warganya berada di Denpasar Bali sudah sejak jaman dahulu. Bahkan, masyarakat setempat sudah menganggap warganya sebagai keluarga besar, dengan sebutan “Nyame Slam”. Ini merupakan sebutan untuk masyarakat penganut agama Islam di Bali, yang hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat Hindu Bali, dan telah berbaur dalam akulturasi budaya setempat.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan anggota MPR/DPR RI, diharapkan semakin menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan hidup berdampingan, dan meningkatkan lagi komunikasi positif, toleransi antar umat beragama di lingkungan Wanasari Denpasar. (stm)
