BadungBaliInternasionalNewsPariwisataPeristiwa

Dampak Konflik Timur Tengah Kian Nyata bagi Bali, Puspa Negara Dorong untuk Siapkan Langkah Mitigasi

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Dampak konflik di Timur Tengah bagi Bali kian nyata. Terganggunya operasional di Bandara Dubai, Timur Tengah, yang menjadi titik hubung transit penting wisatawan mancanegara dari Eropa menuju Bali berpengaruh langsung pada pergerakan wisman yang rata-rata merupakan traveler long distance, long stay dan big spending money atau wisman jetset (berkualitas).

Menyikapi hal tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara menyebutkan, bahwa dampak langsung yang dirasakan pulau Bali antara lain, 1.618 wisman eropa dan timur tengah tertahan di Bali, menurunya wisman jetset asal eropa, rata-rata length of stay wisman akan menurun, target Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Badung menurun, Pungutan Wisatawan Asing (PWA) menurun, serta low season semakin low.

Sementara itu, sejumlah penerbangan internasional dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berstatus batal (cancel), terutama maskapai yang melayani rute Dubai – Bali – Dubai. Situasi Bandara diharapkan tetap aman, kondusif dan fokus pada pelayanan terhadap penumpang terdampak pembatalan. Sejumlah penerbangan internasional yang berstatus cancel meliputi:

  • Etihad Airways EY-477 rute Bali–Abu Dhabi (jadwal 18.45 Wita) dengan total 291 penumpang (287 penumpang dan 4 bayi).
  • Qatar Airways QR-963 rute Bali–Doha (jadwal 18.50 Wita) dengan total 240 penumpang.
  • Emirates EK369 rute Denpasar–Dubai (jadwal 19.50 Wita) dengan total 509 penumpang (504 penumpang dan 5 bayi).
  • Emirates EK399 rute Denpasar–Dubai (jadwal 00.25 Wita) dengan total 349 penumpang (346 penumpang dan 3 bayi).
  • Qatar QR961 rute Denpasar–Doha (jadwal 00.30 Wita) dengan total 229 penumpang.

Menurut informasi yang diterima, bahwa beberapa maskapai telah mengambil langkah-langkah penanganan, seperti penerbangan Emirates EK399 dan Qatar QR961 terkait pembatalan ini telah disampaikan lebih awal kepada penumpang melalui pemberitahuan email. Demikian pula penanganan penumpang terdampak pembatalan penerbangan Etihad EY-477, Qatar QR-963, dan Emirates EK369 telah diarahkan sesuai kebijakan masing-masing maskapai.

Penumpang Emirates diarahkan ke Hotel Golden Tulip, Hotel Pullman, Hotel Ibis Kuta, dan Hotel Ibis Denpasar. Penumpang Etihad diarahkan ke Hotel Harris Sunset Road dan Platinum Hotel. Sementara, Penumpang Qatar Airways sebagian menunggu di Bandara, dan sebagian mencari akomodasi secara mandiri. Pihak maskapai juga telah memberikan kompensasi berupa penggantian tiket.

Seluruh penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan diberikan opsi pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang penerbangan berikutnya.

“Saya berharap situasi Bandara Ngurah rai tetap nyaman dan aman dari sisi pelayanan dan operasional. Perang di Timur Tengah itu dampaknya sudah langsung dirasakan Bali. Ruang udara di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait resmi ditutup pasca serangan rudal. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merasakan dampaknya,” ujar Politisi asal Legian.

Puspa Negara menambahkan, perasaan para tourist yang menggunakan jasa penerbangan kawasan Timur tengah dipastikan was-was, dan diyakini mempengaruhi kondisi pariwisata Bali. Tumpukan penumpang mulai menjadi pemandangan nyata di terminal keberangkatan internasional, sehingga harus mendapat pelayanan yang baik dan profesional. Menurutnya, sudah saatnya Bandara segera membuka crisis centre.

Dikatakan, konflik politik global di Timur Tengah belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Oleh karena itu, perlu segera dipersiapkan langkah-langkah mitigasi oleh unit teknis, stakeholders dan pelaku pariwisata, sehingga dapat meminimalisir dampak. Karena, fakta menunjukkan bahwa Dubai menjadi penghubung yang sangat penting bagi transit wisman Eropa dan Timur tengah ketika menuju Bali.

“Jika Dubai mengalami trouble, otomatis mempengaruhi wisman ke Bali, terutama wisman jetset asal Eropa yang rata-rata berkualitas dari perspektif lenght of stay dan expenditure. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas pasokan wisman, kita harus tetap merawat kontributor utama kita yakni Australia, New Zealand, China, Korea Selatan, Taiwan, India dan Asia Tenggara. Dengan berbagai langkah, diantaranya memperkuat pelayanan, infrastruktur, keamanan, menjaga lingkungan dan promosi yang terus-menerus. Semoga konflik dan krisis di Timur Tengah cepat berakhir,” pungkasnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *