{"id":5117,"date":"2026-09-28T05:40:14","date_gmt":"2026-09-28T05:40:14","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=5117"},"modified":"2026-09-28T05:40:14","modified_gmt":"2026-09-28T05:40:14","slug":"dari-renon-bali-bergerak-bersama-menuju-bebas-rabies-tahun-2028","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2026\/09\/28\/dari-renon-bali-bergerak-bersama-menuju-bebas-rabies-tahun-2028\/","title":{"rendered":"Dari Renon, Bali Bergerak Bersama Menuju Bebas Rabies Tahun 2028"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5119 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.301.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.301.jpeg 1600w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.301-300x169.jpeg 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.301-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.301-768x432.jpeg 768w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.301-1536x864.jpeg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p><strong>DENPASAR, STATEMENTPOST.COM<\/strong> \u2013 Bertempat di lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (27\/9\/2026), diselenggarakan peringatan World Rabies Day (WRD) Tahun 2026. Kegiatan ini tidak hanya sebagai acara seremonial semata, melainkan untuk memberikan pesan yang lebih besar, yaitu rabies tidak cukup sebatas dibicarakan, melainkan harus dicegah, dikendalikan dan dilawan bersama.<\/p>\n<p>Peringatan WRD 2026 di Bali diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali, bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Selain itu, acara ini juga mendapat dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Tutik Kusuma Wardhani, S.M., M.M., M.Kes.<\/p>\n<p>Sejak pagi hingga siang hari, masyarakat berbondong-bondong datang bersama hewan kesayangan ke Lokasi acara. Peringatan WRD 2026 diisi berbagai kegiatan, mulai dari edukasi, pelayanan kesehatan hewan, vaksinasi, sterilisasi, kegiatan rekreatif, dan berbagai lomba yang dipadukan dalam satu gerakan.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 148 ekor hewan mendapatkan vaksinasi rabies, serta sebanyak 33 ekor hewan mendapatkan pelayanan sterilisasi. Angka tersebut menjadi pesan bahwa pengendalian rabies harus bergerak dari panggung kampanye menuju tindakan nyata di masyarakat.<\/p>\n<p><strong>Jangan Hanya Mengejar Angka Vaksinasi<\/strong><\/p>\n<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Dr. I Wayan Sunada, SP., M.Agb., menegaskan, bahwa vaksinasi merupakan bagian penting, tetapi bukan menjadi satu-satunya mata rantai pengendalian rabies. Menurutnya, pendataan populasi anjing, pelaporan kasus, pengawasan lalu lintas hewan, pelayanan veteriner, serta komunikasi publik harus berjalan bersama.<\/p>\n<p>\u201cData harus menjadi dasar tindakan. Vaksinasi harus benar-benar menjangkau populasi sasaran, dan masyarakat harus menjadi bagian dari sistem pencegahan. Inilah tantangan yang dihadapi Bali saat ini, bukan sekadar berapa banyak hewan yang divaksinasi, tetapi seberapa tepat sasaran, berapa banyak populasi yang terlindungi, dan seberapa cepat kasus dapat ditemukan serta ditindaklanjuti,\u201d paparnya.<\/p>\n<p><strong>Dari Kampus ke Masyarakat<\/strong><\/p>\n<p>Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Sudisma, M.Si., menekankan pentingnya pendekatan One Health. Rabies memperlihatkan dengan jelas, bahwa kesehatan manusia dan kesehatan hewan tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, ilmu kedokteran hewan tidak boleh berhenti di kampus dan laboratorium. Ilmu tersebut harus turun ke masyarakat, diterjemahkan menjadi edukasi dan diwujudkan dalam tindakan. Dikatakan, perguruan tinggi, pemerintah, dokter hewan dan masyarakat harus berada dalam satu ekosistem pencegahan.<\/p>\n<p><strong>Karantina: Jangan Menunggu Risiko Menyebar<\/strong><\/p>\n<p>Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali, Heri Yuwono, A.Pi., S.Pi., MP., menempatkan pengawasan lalu lintas hewan sebagai salah satu bagian penting dalam perlindungan kesehatan hewan. Karantina, kata dia, menjadi salah satu pintu pencegahan agar risiko penyakit tidak masuk dan menyebar melalui lalu lintas hewan.<\/p>\n<p>\u201cOleh sebab itu, pemerintah, karantina, dokter hewan dan masyarakat perlu bekerja sebagai satu mata rantai perlindungan. Mencegah risiko sebelum menyebar jauh lebih penting daripada baru bergerak setelah masalah terjadi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>BBVET Denpasar: Rabies Harus Ditopang Data dan Surveilans<\/strong><\/p>\n<p>Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, Dr. drh. I Gde Eka Budhiyadnya, M.P., membawa peran penting dalam penguatan kesehatan hewan berbasis surveilans dan pengujian laboratorium. Dalam sistem pengendalian penyakit, vaksinasi perlu berjalan bersama dengan surveilans, pengambilan sampel, pemeriksaan laboratorium, pelaporan dan respons cepat. Dengan sistem tersebut, pengendalian rabies tidak berhenti pada kegiatan setelah kasus muncul, tetapi diarahkan pada kemampuan mendeteksi dan merespons risiko sedini mungkin.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5120 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.303.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.303.jpeg 1600w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.303-300x169.jpeg 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.303-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.303-768x432.jpeg 768w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-28-at-08.51.303-1536x864.jpeg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p><strong>Tutik Kusuma Wardhani: Kesehatan Manusia dan Hewan Harus Berjalan Bersama<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu<strong>, <\/strong>Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani, S.M., M.M., M.Kes., turut menjadi bagian dari perhatian terhadap isu kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini mengungkapkan, bahwa penanganan kasus rabies harus terus dikawal semua pihak, mulai dari penguatan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan, dokter hewan, akademisi, komunitas dan masyarakat.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, rabies bukan semata-mata persoalan hewan. Rabies menyangkut keselamatan manusia sekaligus kesehatan dan kesejahteraan hewan. Menurut Tutik, populasi anjing yang kian tinggi di Bali menjadi suatu tantangan dalam memutus penyebaran penyakit rabies. Untuk itu, pada peringatan WRD tahun ini, diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat agar lebih peduli terhadap rabies.<\/p>\n<p><strong>PDHI Cabang Bali: WRD Boleh Selesai, Gerakan Jangan Berhenti<\/strong><\/p>\n<p>Ketua PDHI Cabang Bali, drh. I Dewa Made Anom menegaskan, bahwa WRD tidak boleh menjadi kegiatan seremonial yang selesai ketika acara berakhir. Dokter hewan harus terus hadir memberikan edukasi, pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat.<\/p>\n<p><strong>\u201c<\/strong>Pesannya sederhana, setelah Renon sepi, gerakan rabies harus tetap hidup, baik itu di rumah, banjar, desa, sekolah, komunitas, dan di seluruh Bali,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>WRD 2026, kata Dewa Anom, menjadi bukti bahwa edukasi dapat berjalan bersama pelayanan nyata.Pelaksanaan vaksinasi dan sterilisasi ini menjadipengingat, bahwa pekerjaan pengendalian rabies masih membutuhkan konsistensi.<\/p>\n<p>Pihaknya juga mendorong agar masyarakat untuk melaksanakan beberapa hal utama sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Vaksinasi hewan secara rutin,<\/li>\n<li>Memelihara hewan secara bertanggung jawab,<\/li>\n<li>Melakukan sterilisasi secara tepat,<\/li>\n<li>Mencegah hewan berkeliaran tanpa pengawasan,<\/li>\n<li>Segera mencari pertolongan apabila terjadi gigitan,<\/li>\n<li>Melaporkan kejadian yang berisiko.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemerintah telah menargetkan pulau Bali terbebas rabies pada tahun 2028, dan Indonesia tahun 2030. Target tersebut, tidak mungkin hanya dibebankan kepada satu lembaga, tetapi semua pihak harus bergerak dalam satu ekosistem One Health. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DENPASAR, STATEMENTPOST.COM \u2013 Bertempat di lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (27\/9\/2026), diselenggarakan peringatan World Rabies Day (WRD) Tahun 2026.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[24,28,9,6,38],"tags":[796,1158],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5117"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5117"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5122,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5117\/revisions\/5122"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}