{"id":4990,"date":"2026-09-18T13:01:59","date_gmt":"2026-09-18T13:01:59","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=4990"},"modified":"2026-09-18T13:30:29","modified_gmt":"2026-09-18T13:30:29","slug":"konsisten-lestarikan-lukisan-keliki-kawan-style-komunitas-om-hara-kailasha-painter-gelar-pameran-di-arma-museum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2026\/09\/18\/konsisten-lestarikan-lukisan-keliki-kawan-style-komunitas-om-hara-kailasha-painter-gelar-pameran-di-arma-museum\/","title":{"rendered":"Konsisten Lestarikan Lukisan Keliki Kawan Style, Komunitas Om Hara Kailasha Painter Gelar Pameran di ARMA Museum"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4991 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.31.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.31.jpeg 1280w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.31-300x225.jpeg 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.31-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.31-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p><strong>GIANYAR, STATEMENTPOST.COM<\/strong> \u2013 Komunitas Om Hara Kailasha Painter kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni lukis miniatur Keliki Kawan style. Hal tersebut diwujudkan dengan digelarnya pameran lukisan yang bertajuk \u201cKeliki Kawan Miniature Painting Style: BANGKIT\u201d, di ARMA Museum, Ubud, Gianyar, pada Kamis (17\/9\/2026). Pameran lukisan yang dilaksanakan hingga 30 September 2026, dibuka oleh Pendiri sekaligus Pemilik ARMA Museum, Anak Agung Gde Rai.<\/p>\n<p>Miniatur Keliki Kawan style lahir pada awal tahun 1970-an di Banjar Keliki Kawan, yang dicetuskan oleh seniman I Ketut Sana bersama I Made Astawa dan I Nyoman Muliawan. Ke tiga pencetus tersebut, memadukan gaya lukisan Ubud dan Batuan yang dituangkan ke dalam media kertas berukuran sangat kecil (miniatur).<\/p>\n<p>Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Om Hara Kailasha Painter, I Wayan Mardika mengungkapkan, tujuan dari pameran ini yaitu membangkitkan antusias generasi muda untuk terus berkarya. Selain itu, lanjut Mardika, pameran ini diharapkan dapat membangkitkan minat berkesenian di berbagai tempat, sehingga tidak terpaku pada satu wilayah saja.<\/p>\n<p>\u201cKomunitas ini terdiri dari teman-teman yang betul-betuk mencintai lukisan tradisi itu sendiri. Dengan semangat bangkit ini, harapan saya dan teman-teman agar bisa membangkitkan semangat seni lukis tradisi lebih luas lagi. Kami dari Komunitas Om Hara Kailasha Painter Keliki Kawan style yang mempelopori bangkitnya lukisan miniatur di Bali saat ini,\u201d jelas Mardika.<\/p>\n<p>Pameran kali ini menampilkan sekitar 70 karya lukisan, serta melibatkan 27 seniman dewasa dan 17 anak-anak. Lukisan Keliki Kawan Style dikenal dengan detail yang sangat rumit, penuh corak, dan didominasi oleh miniatur figur atau pemandangan yang bernuansa kehidupan sehari-hari serta mitologi.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4992 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.52.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.52.jpeg 1280w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.52-300x225.jpeg 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.52-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-19.50.52-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>Mardika juga berterima kasih kepada Pemilik ARMA Museum, Anak Agung Gde Rai, atas kesempatan yang telah diberikan kepada Komunitas Om Hara Kailasha Painter. \u201cPerkembangan lukisan miniatur, tidak terlepas dari peran Bapak Anak Agung Gde Rai. Pada zaman dahulu, Bapak Agung Gde Rai bersedia membeli karya-karya dari kampung kami. Hal itu memantik semangat generasi di tempat kami untuk lebih giat dalam melukis,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pemilik ARMA Museum, Agung Gde Rai mengapresiasi atas terselenggaranya pameran lukisan ini. Menurutnya, museum memiliki tugas untuk memfasilitasi dan memamerkan karya lukisan dari para seniman. Ia juga mendorong para seniman untuk memiliki ciri khas tersendiri dalam setiap karya seni. Sehingga, ada semacam pencapaian tertinggi yang diraih oleh masing-masing individu.<\/p>\n<p>\u201cPencapaian itu sangat penting bagi setiap seniman. Kalau tidak, maka akan sama saja hasil karyanya. Inilah tuntutan bagi para seniman di Keliki Kawan saat ini. Saya rasa setiap museum juga memiliki visi yang sama, dalam memberikan kesempatan para seniman lukisan untuk tampil. Sehingga ke depannya akan muncul kolektor asal Bali yang mau mengoleksi hasil karya seniman kita,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Agung Rai, seni lukis miniatur Keliki Kawan style memiliki ciri khas tersendiri. Lukisan Keliki Kawan Style dikenal dengan detail yang sangat rumit, penuh corak, dan didominasi oleh miniatur figur atau pemandangan yang bernuansa kehidupan sehari-hari serta mitologi. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GIANYAR, STATEMENTPOST.COM \u2013 Komunitas Om Hara Kailasha Painter kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni lukis miniatur Keliki Kawan style. Hal<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4993,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[24,39,41,29,9],"tags":[1106,1105,1107],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4990"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4990"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4990\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4999,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4990\/revisions\/4999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}