{"id":4913,"date":"2026-09-06T04:58:41","date_gmt":"2026-09-06T04:58:41","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=4913"},"modified":"2026-09-06T04:58:41","modified_gmt":"2026-09-06T04:58:41","slug":"bangkitkan-kejayaan-drama-gong-nyoman-nikayana-perlu-regenerasi-dan-dukungan-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2026\/09\/06\/bangkitkan-kejayaan-drama-gong-nyoman-nikayana-perlu-regenerasi-dan-dukungan-pemerintah\/","title":{"rendered":"Bangkitkan Kejayaan Drama Gong, Nyoman Nikayana: Perlu Regenerasi dan Dukungan Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4914 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-3.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-3.png 1920w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-3-300x169.png 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-3-1024x576.png 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-3-768x432.png 768w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-3-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><strong>BADUNG, STATEMENTPOST.COM<\/strong> \u2013 Dewasa ini, kesenian drama gong harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Perubahan zaman, harus dimanfaatkan untuk memperluas ruang kreativitas dan memperkenalkan seni drama gong kepada masyarakat yang lebih luas. Pemanfaatan media sosial dan inovasi dalam penyajian dinilai bisa menjadi salah satu cara agar drama gong tetap diminati masyarakat, khususnya generasi muda.<\/p>\n<p>Menurut salah seorang Seniman sekaligus Pemilik Sanggar Seni Semarandana, I Nyoman Nikanaya, perlu kerja sama semua pihak untuk mengembalikan masa kejayaan kesenian drama gong. Pertama, seniman dituntut untuk lebih kreatif, serta melakukan regenerasi terhadap seniman drama gong.\u00a0 Seniman muda diharapkan diberikan ruang yang lebih banyak untuk tampil dalam pementasan drama gong. Kedua, seniman bisa memanfaatkan media sosial untuk membuat cerita pendek drama gong, sehingga anak muda lebih tertarik menonton.<\/p>\n<p>\u201cIni menjadi tantangan bagi para seniman sekarang, dituntut lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi. Seniman muda juga mesti diberi ruang untuk bisa tampil di drama gong. Berikanlah mereka petunjuk-petunjuk, bagaimana cara menghidupan seni drama gong lagi,\u201d ungkapnya Sabtu (5\/9\/2026).<\/p>\n<p>Disamping itu, kata Nikanaya, pemerintah memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung sanggar seni dalam melestarikan budaya Bali. Seperti diketahui bersama, Pulau Bali dikenal sebagai pariwisata budaya. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kegiatan budaya yang dilakukan oleh sanggar-sanggar di Bali.<\/p>\n<p>\u201cHal ini sangat penting untuk melestarikan kesenian yang peminatnya semakin menurun. Drama gong sebagai salah satu kesenian yang minatnya semakin berkurang. Karena tersaingi oleh perkembangan teknologi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Namun demikian, ia juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam melibatkan kesenian drama gong pentas setiap pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB). Ini menjadi salah satu upaya dalam melestarikan seni drama gong.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, bahwa potensi anak muda Bali dalam berkesenian sangat luar biasa. Hanya saja kesempatan untuk tampil masih minim. Untuk itu, ia berharap kepada pengurus drama gong lawas untuk memberi pelatihan kepada seniman muda, sehingga bibit-bibit baru kembali bermunculan.<\/p>\n<p>Sementara itu, perkembangan zaman tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi kesenian tradisional. Karena itu, drama gong tidak cukup hanya mempertahankan bentuk penyajian lama, tetapi perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan penonton masa kini. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BADUNG, STATEMENTPOST.COM \u2013 Dewasa ini, kesenian drama gong harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Perubahan zaman, harus dimanfaatkan untuk memperluas<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4915,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[25,24,39,9],"tags":[1067,1069,1068,1070],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4913"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4916,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4913\/revisions\/4916"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}