{"id":4847,"date":"2026-09-01T03:54:08","date_gmt":"2026-09-01T03:54:08","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=4847"},"modified":"2026-09-01T03:59:55","modified_gmt":"2026-09-01T03:59:55","slug":"gelar-ngaben-massal-gratis-komitmen-desa-nagasepaha-jaga-tradisi-dan-ringankan-beban-krama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2026\/09\/01\/gelar-ngaben-massal-gratis-komitmen-desa-nagasepaha-jaga-tradisi-dan-ringankan-beban-krama\/","title":{"rendered":"Gelar Ngaben Massal Gratis, Komitmen Desa Nagasepaha Jaga Tradisi dan Ringankan Beban Krama"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4848 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot.png 1920w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-300x169.png 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-1024x576.png 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-768x432.png 768w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Snapshot-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><strong>BULELENG, STATEMENTPOST.COM<\/strong> &#8211; Desa Adat Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi sekaligus meringankan beban masyarakat, melalui Program Ngaben Massal secara gratis yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Program sosial keagamaan ini, menjadi salah satu bentuk pelayanan adat yang memberikan kesempatan kepada seluruh krama desa, untuk melaksanakan upacara Pitra Yadnya secara layak tanpa terbebani biaya besar.<\/p>\n<p>Program tersebut lahir dari semangat kebersamaan, gotong royong, dan nilai menyama braya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat adat setempat. Puncak Ngaben Massal dilaksanakan pada Sabtu (29\/8\/2026), yang diikuti 63 sawa sekaligus dirangkaikan upacara metatah massal gratis sebanyak 71 peserta. Ribuan krama tumpah ruah menyaksikan setiap prosesi upacara.<\/p>\n<p>Di sela-sela upacara, Kelian Desa Adat Nagasepaha, Jro Mangku Made Darsana mengaku bangga atas semangat krama desa dalam melaksanakan \u201cngayah\u201d selama upacara berlangsung. Menurutnya, keberlangsungan program ini didukung oleh hasil pengelolaan Dana Abadi Desa Adat Nagasepaha yang dikelola secara berkelanjutan. Selain itu, dana juga diperkuat melalui berbagai bentuk dana punia yang dihaturkan masyarakat, baik berupa uang, barang maupun bantuan lainnya.<\/p>\n<p>\u201cSeluruh krama yang memiliki sawa tidak dikenai biaya apapun alias gratis. Ini untuk meringankan beban krama. Program ini merupakan inisiatif penglingsir kita terdahulu, yang mana pada tahun 2006 membentuk Dana Abadi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Saat pertama kali dilaksanakan, menurut Jro Darsana, masyarakat mengeluarkan urunan sebesar Rp100 ribu per kepala keluarga (KK), sebagai modal awal pelaksanaan program Ngaben Massal. Dengan adanya Dana Abadi ini, masyarakat tidak perlu mengeluarkan urunan lagi saat pengabenan massal digelar. Masyarakat hanya fokus ngayah saat upacara berlangsung.<\/p>\n<p>Di sisi lain, keberhasilan program ini tidak hanya bertumpu pada aspek pendanaan. Faktor utama yang menjadi kekuatan Desa Adat Nagasepaha adalah tingginya semangat ngayah yang dilakukan secara tulus oleh seluruh krama desa.<\/p>\n<p>Masyarakat secara sukarela terlibat dalam berbagai tahapan persiapan hingga pelaksanaan upacara dengan menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran, dan keterampilan yang dimiliki. Semangat pengabdian tanpa pamrih tersebut menjadi fondasi utama sehingga program dapat berjalan lancar dan berkesinambungan.<\/p>\n<p>Menariknya, krama adat tetap aktif ngayah meskipun belum memiliki anggota keluarga yang akan diupacarai. Nilai kebersamaan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan ngaben massal bukan hanya kepentingan keluarga tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga desa adat.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, setiap warga yang meninggal dunia akan didata dan dicatat secara resmi oleh Prajuru Desa Adat Nagasepaha. Pendataan dilakukan secara tertib dan berkelanjutan sebagai dasar penetapan peserta ngaben massal pada periode berikutnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, panitia pelaksana dibentuk dari sejumlah masyarakat yang memiliki integritas, pengalaman, dan kapabilitas yang baik. Panitia bertugas menyusun perencanaan, mengoordinasikan kebutuhan upacara, mengatur sistem ngayah, berkomunikasi dengan keluarga peserta, hingga memastikan seluruh prosesi berjalan sesuai sastra agama, adat istiadat, dan awig-awig desa.<\/p>\n<p>Program Ngaben Massal ini membuktikan bahwa kekuatan adat, semangat gotong royong, pengelolaan dana yang profesional, dan nilai kebersamaan mampu menghadirkan pelayanan sosial-keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.<\/p>\n<p>Mengusung semangat \u201cMenyama Braya, Ngayah Tanpa Pamrih, Bersama Melestarikan Tradisi untuk Generasi&#8221;, Desa Adat Nagasepaha menunjukkan bahwa tradisi dan solidaritas sosial dapat berjalan beriringan dalam mewujudkan pelayanan adat yang inklusif dan berkelanjutan. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULELENG, STATEMENTPOST.COM &#8211; Desa Adat Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi sekaligus meringankan beban masyarakat, melalui Program<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4849,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[24,39,27,9,37,40],"tags":[1042,1040,1041],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4847"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4847"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4847\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4851,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4847\/revisions\/4851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}