{"id":3806,"date":"2026-06-20T13:19:54","date_gmt":"2026-06-20T13:19:54","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=3806"},"modified":"2026-06-20T13:25:07","modified_gmt":"2026-06-20T13:25:07","slug":"pergelaran-tari-kulkul-di-green-school-bali-berhasil-memukau-ratusan-penonton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2026\/06\/20\/pergelaran-tari-kulkul-di-green-school-bali-berhasil-memukau-ratusan-penonton\/","title":{"rendered":"Pergelaran Tari Kulkul di Green School Bali Berhasil Memukau Ratusan Penonton"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3807 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_23-2.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_23-2.png 1920w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_23-2-300x169.png 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_23-2-1024x576.png 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_23-2-768x432.png 768w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_23-2-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><strong>BADUNG, STATEMENTPOST.COM<\/strong> \u2013 Green School Bali menjadi salah satu sekolah penerima manfaat dari Kementerian Kebudayaan RI, melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesiana tahun 2025. Atas dasar tersebut, Green School Bali menyelenggarakan pergelaran tari kreasi berjudul \u201cKulkul\u201d, pada Sabtu (20\/06\/2026), di Panggung Sangkep, Desa Sibang Kaja, Abiansemal, Badung. Tari Kulkul ini diciptakan langsung oleh President Yayasan Kul-Kul \u2013 Green School Bali, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, tari Kulkul dibawakan oleh 12 orang penari perempuan. Pergelaran tari Kulkul ini berhasil memukau ratusan penonton yang hadir.<\/p>\n<p>Tari Kulkul mempersembahkan seni gerak dan irama, yang merupakan simbol komunikasi, kebersamaan dan harmoni masyarakat Bali. Kulkul merupakan alat komunikasi tradisional Bali, berupa alat musik bunyi yang umumnya terbuat dari bambu atau kayu, serta menjadi warisan leluhur.<\/p>\n<p>Sebagai benda suci dalam filosofi umat Hindu di Bali, Kulkul diyakini memiliki Dewa penjaga atau penguasa. Hal ini selaras dengan nama Yayasan Kul-Kul, yang menaungi Green School Bali.<\/p>\n<p>Pergelaran tari Kulkul ini, menjadi pengingat bahwa akar budaya Bali tetap kuat di tengah gempuran kemajuan zaman.<\/p>\n<p>\u201cSetahun yang lalu, Kementerian Kebudayaan RI hadir ke Green School Bali untuk memberikan support kepada kami agar terus maju. Semoga, setiap tahun kita bisa menyelenggarakan kegiatan seperti ini,\u201d ujar Prof. Tirka Widanti dalam sambutannya.<\/p>\n<p>Prof. Tirka Widanti menjelaskan, bahwa keberadaan Kulkul pada zaman dahulu memiliki peran yang sangat vital sebagai sarana komunikasi. Kulkul dimanfaatkan untuk mengundang warga desa adat, atau memberi tanda-tanda tertentu kepada warganya.<\/p>\n<p>\u201cKulkul menjadi alat komunikasi yang sangat ampuh. Hingga saat ini, Kulkul masih digunakan oleh banjar maupun desa adat di Bali,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Melalui pergelaran tari Kulkul ini, ia berharap kepada generasi penerus agar tidak melupakan warisan budaya yang adiluhung. Kulkul menjadi simbol kebesaran Dewa Iswara, sebagai pemberi kekuatan (taksu) dan kesucian. Meskipun perkembangan alat komunikasi semakin canggih, Kulkul masih memiliki nilai kesakralan dan persatuan bagi masyarakat Bali. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BADUNG, STATEMENTPOST.COM \u2013 Green School Bali menjadi salah satu sekolah penerima manfaat dari Kementerian Kebudayaan RI, melalui Lembaga Pengelola Dana<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3809,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[25,24,39,9,6],"tags":[241,476,473,463,474,477,475],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3806"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3806"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3812,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3806\/revisions\/3812"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}