{"id":3667,"date":"2026-06-05T05:30:51","date_gmt":"2026-06-05T05:30:51","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=3667"},"modified":"2026-06-05T07:15:49","modified_gmt":"2026-06-05T07:15:49","slug":"dihapus-2027-pengangkatan-guru-honorer-menjadi-asn-pppk-harus-diprioritaskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2026\/06\/05\/dihapus-2027-pengangkatan-guru-honorer-menjadi-asn-pppk-harus-diprioritaskan\/","title":{"rendered":"Akan Dihapus 2027, Pengangkatan Guru Honorer Menjadi ASN\/PPPK Harus Diprioritaskan"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3668 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_21-2.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_21-2.png 1920w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_21-2-300x169.png 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_21-2-1024x576.png 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_21-2-768x432.png 768w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Snapshot_21-2-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><strong>DENPASAR, STATEMENTPOST.COM<\/strong> \u2013 Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026, berencana menghentikan status guru honorer di sekolah negeri mulai 1 Januari 2027. Kebijakan tersebut memunculkan polemik di tengah masyarakat, terutama terkait kesejahteraan tenaga pendidik dan keberlangsungan pembelajaran di sekolah.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Ketut Suda, M.Si., Kamis (4\/6\/2026) mengatakan, bahwa keberadaan guru honorer dari SMA\/SMK ke bawah cukup mengganggu regulasi yang ada. Mengingat status yang dimiliki guru honorer tidak sebanding dengan gaji atau upah yang didapat.<\/p>\n<p>Menurutnya, perubahan status guru honorer menjadi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) harus segera diprioritaskan.\u00a0 Jika hal tersebut diterapkan oleh pemerintah, maka akan memberikan jaminan keamanan kepada guru honorer di dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.<\/p>\n<p>\u201cPersoalan yang terjadi saat ini bahwa belum semua guru honorer diangkat menjadi ASN\/PPPK. Sehingga, pemerintah harus berhitung secara bijak, bagaimana kemudian bisa menampung para guru honorer dengan status ASN\/PPPK,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selama masa transisi pengangkatan guru honorer menjadi ASN\/PPPK, diharapkan tidak memakan waktu yang lama, sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran di sekolah. \u201cSebenarnya pendidikan merupakan modal dasar dalam mengemban segala profesi. Jika institusi pendidikan sudah amburadul, bagaimana bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berkomitmen keras untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Pemprov Bali tengah mencari solusi agar guru non-ASN tidak kehilangan pekerjaan. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali sedang melakukan pemetaan SDM dan mempersiapkan masa transisi agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Terdapat sekitar ratusan (ratusan hingga enam ratusan) guru honorer di lingkungan sekolah negeri di Bali yang nasibnya menghadapi ketidakpastian sejak SE ini mencuat.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai guru mencari penghasilan di tempat lain karena gaji guru honorer tidak memadai. Semakin cepat rentan waktu peralihan antara guru honorer menjadi ASN\/PPPK, maka mekanismenya akan semakin baik,\u201d tutupnya. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DENPASAR, STATEMENTPOST.COM \u2013 Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026, berencana menghentikan status guru<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[24,28,9,6],"tags":[370,373,372,371,374],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3667"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3667"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3671,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3667\/revisions\/3671"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}