{"id":3635,"date":"2026-05-30T08:23:17","date_gmt":"2026-05-30T08:23:17","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=3635"},"modified":"2026-05-30T09:21:22","modified_gmt":"2026-05-30T09:21:22","slug":"pkm-fishum-unr-membangun-budaya-minim-plastik-di-pasar-melalui-pendekatan-sosialisasi-partisipatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2026\/05\/30\/pkm-fishum-unr-membangun-budaya-minim-plastik-di-pasar-melalui-pendekatan-sosialisasi-partisipatif\/","title":{"rendered":"PKM FISHUM UNR: Membangun Budaya Minim Plastik di Pasar, Melalui Pendekatan Sosialisasi Partisipatif"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3636 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_21-6.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_21-6.png 1920w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_21-6-300x169.png 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_21-6-1024x576.png 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_21-6-768x432.png 768w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_21-6-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><strong>GIANYAR, STATEMENTPOST.COM<\/strong> \u2013 Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) Universitas Ngurah Rai (UNR) terus aktif hadir di tengah-tengah masyarakat, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pada kesempatan kali ini, FISHUM UNR melaksanakan PKM di Pasar Yadnya, Blahbatuh, Gianyar, dengan mengusung tema \u201cMembangun Budaya Minim Plastik di Pasar Melalui Pendekatan Sosialisasi Partisipatif\u201d, Sabtu (30\/5\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan ini sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pilar ke tiga, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. PKM kali ini melibatkan 17 dosen, 105 mahasiswa, alumni, serta berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Desa Blahbatuh, komunitas BumiKita dan Sabtu Ceria.<\/p>\n<p>Dekan FISHUM UNR, Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.A.P., menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebagai implementasi penerapan Tri Hita Karana, terutama dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungan (palemahan). Kegiatan PKM ini rutin dilaksanakan setiap semester.<\/p>\n<p>Kegiatan ini merupakan langkah kecil untuk bisa mengedukasi para pedagang dan pembeli yang ada di pasar, agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Terkait dipilihnya pasar tradisional, ia menambahkan, bahwa pasar merupakan tempat interaksi sosial dan budaya antara pedagang dan pembeli. Selain itu, pasar menjadi salah satu tempat penghasil sampah yang sangat tinggi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Perwakilan DLH Gianyar, I Wayan Subawa mengatakan, partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan saat ini. Kegiatan PKM ini sejalan dengan program yang dimiliki DLH Gianyar, yaitu Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM) untuk mencintai lingkungan dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.<\/p>\n<p>\u201cTermasuk juga peran aktif masyarakat dalam memilah sampah dengan baik dan benar. Kegiatan kampus ini memang harapan kami dari dulu, untuk terjun ke masyarakat dalam membantu peran pemerintah, khususnya mempercepat penanganan sampah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3637 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-30-at-15.16.09.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-30-at-15.16.09.jpeg 1280w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-30-at-15.16.09-300x225.jpeg 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-30-at-15.16.09-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-30-at-15.16.09-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>Didampingi Bendesa Adat Blahbatuh, I Wayan Suastika, Perbekel Desa Blahbatuh, Gede Satya Kusuma mengungkapkan, kegiatan ini tentu memberi dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan di desa Blahbatuh. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Bali, terutama dalam membatasi penggunaan plastik sekali pakai.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana pun juga, sampah plastik sangat sulit terurai. Selain itu, sampah plastik tentu akan merusak lingkungan. Di Blahbatuh, kita sudah berupaya untuk menangani permasalahan sampah, dengan membentuk bank sampah di masing-masing banjar,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Bumi Kita Nusantara, I Wayan Aksara menilai, bahwa kegiatan ini sebagai langkah berani FISHUM UNR dalam menggelar aksi di sumber masalah. Sampai saat ini, ia bersama komunitas yang lain masih kesulitan dalam menerapkan gaya hidup yang minim sampah di pasar tradisional. Kegiatan diharapkan dapat berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.<\/p>\n<p>Hal senada diungkapkan Kepala Pasar Yadnya, Ketut Citrawan. Dikatakan, bahwa upaya penanganan sampah di Pasar Yadnya yaitu dengan memilah sampah secara berkala setiap hari. Selain itu, edukasi kepada pedagang dan pembeli juga sering dilakukan melalui pengeras suara, serta melaksanakan kegiatan Sabtu Resik.<\/p>\n<p>Pada kesempatan kali ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Ngurah Rai juga menyerahkan beberapa bantuan, seperti papan informasi tentang bahaya sampah plastik, tong sampah, dan kantong belanja ramah lingkungan. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GIANYAR, STATEMENTPOST.COM \u2013 Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) Universitas Ngurah Rai (UNR) terus aktif hadir di tengah-tengah masyarakat, melalui<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3638,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[24,29,9,6,37],"tags":[300,353,246,354],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3635"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3635"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3643,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3635\/revisions\/3643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}