{"id":3547,"date":"2026-05-21T00:50:54","date_gmt":"2026-05-21T00:50:54","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=3547"},"modified":"2026-05-21T00:54:22","modified_gmt":"2026-05-21T00:54:22","slug":"harkitnas-momentum-generasi-muda-untuk-memahami-sejarah-dan-mempererat-persatuan-agar-tidak-terpecah-belah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2026\/05\/21\/harkitnas-momentum-generasi-muda-untuk-memahami-sejarah-dan-mempererat-persatuan-agar-tidak-terpecah-belah\/","title":{"rendered":"Harkitnas Momentum Generasi Muda untuk Memahami Sejarah, dan Mempererat Persatuan agar Tidak Terpecah Belah"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3548 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_19-13.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_19-13.png 1920w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_19-13-300x169.png 300w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_19-13-1024x576.png 1024w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_19-13-768x432.png 768w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Snapshot_19-13-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><strong>DENPASAR, STATEMENTPOST.COM<\/strong> \u2013 Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga kualitas generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi. Penguatan karakter, budaya, serta literasi dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.<\/p>\n<p>Menurut Akademisi yang juga selaku Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.H., Rabu (20\/5\/2026), Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 mei sudah terjadi selama 118 tahun, yaitu sejak tahun 1908-2026. Harkitnas merupakan suatu momentum bagi bangsa Indonesia, untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan saat itu yang bergerak melawan Kolonial Belanda dengan sistem tradisional (lokal).<\/p>\n<p>\u201cDengan lahirnya Budi Utomo pada tahun 1908, perlawanan terhadap penjajah mulai teroganisir. Setelah itu, berkembang organisasi-organisasi yang menentang penjajah,\u201d tutur Bagus Arthanegara.<\/p>\n<p>Ia juga mengatakan, bahwa hal ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga bagi generasi penerus. Karena, bagaimanapun juga bangsa Indonesia tidak bisa melupakan sejarah. Generasi penerus diharapkan mampu belajar dari pengalaman masa lampau, untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cItulah manfaat yang bisa kita ambil dari peristiwa-peristiwa bersejarah yang ada. Sehingga, kita tidak terpaku dengan perkembangan modernisasi, serta tidak bisa tercabut dari akar sejarah budaya kita sendiri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kemajuan <em>Artificial Intelligence<\/em> (AI) dan <em>Information Technology<\/em> (IT), kata Bagus Arthanegara, generasi muda menghadapi tantangan yang cukup berat. Untuk itu, dengan memahami dan belajar sejarah, generasi muda diharapkan mampu menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak mudah terpecah belah dan diadu domba. Sehingga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh, dan tidak tergoyahkan adanya IT itu sendiri.<\/p>\n<p>\u201cBerita-berita hoax juga menjadi tantangan saat ini. Maka dari itu, jangan sampai terpecahkan dengan berita bohong tersebut. Pembelajaran sejarah sudah cukup maksimal dan relevan, seperti halnya di perguruan tinggi seperti UPMI memiliki jurusan sejarah. Hal tersebut bertujuan agar akar budaya sejarah tidak tercabut,\u201d tutupnya. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DENPASAR, STATEMENTPOST.COM \u2013 Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga kualitas generasi muda di tengah derasnya arus<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3549,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[24,28,9,6],"tags":[310,308,309,313,311,314,312],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3547"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3547"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3547\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3552,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3547\/revisions\/3552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}