{"id":2388,"date":"2025-12-12T12:25:36","date_gmt":"2025-12-12T12:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/statementpost.com\/?p=2388"},"modified":"2025-12-12T13:26:26","modified_gmt":"2025-12-12T13:26:26","slug":"made-sada-berharap-penutupan-tpa-suwung-ditunda-sembari-menunggu-realisasi-psel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/2025\/12\/12\/made-sada-berharap-penutupan-tpa-suwung-ditunda-sembari-menunggu-realisasi-psel\/","title":{"rendered":"Made Sada Berharap Penutupan TPA Suwung Ditunda, Sembari Menunggu Realisasi PSEL"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2391 aligncenter\" src=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Snapshot_179.png\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Snapshot_179.png 700w, https:\/\/statementpost.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Snapshot_179-300x169.png 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>BADUNG, STATEMENTPOST.COM \u2013 Rencana penutupan total Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung beroperasi dengan sistem open dumping per tanggal 23 Desember 2025, menimbulkan kepanikan sejumlah kalangan. Meskipun sudah ada aturan tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, namun belum mampu mengatasi masalah sampah khususnya di perkotaan.<\/p>\n<p>Menyikapi hal ini, menurut Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada, Jumat (12\/12\/2025), di Kabupaten Badung sendiri menghasilkan volume sampah rata-rata 600 ton perhari. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung telah berupaya mengatasi masalah sampah, dengan membentuk 41 TPS3R di 62 Desa\/Kelurahan. Selain itu, Pemkab Badung juga sudah membeli incinerator (mesin pembakar sampah) sebanyak 10 unit. Namun, dengan volume sampah yang begitu besar tentu belum mampu mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Badung.<\/p>\n<p>\u201cOperasinya ini masih tahap percobaan. Selain biayanya yang cukup besar, kapasitas daripada incinerator ini hanya 10 ton perhari. Dari 10 unit incinerator yang dimiliki sekarang, tentu belum mampu mengatasi sampah di Badung yang mencapai 600 ton perharinya,\u201d ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Bali.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Made Sada berharap agar penutupan TPA Suwung dapat ditunda. Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar harus segera berkoordinasi dengan Pemprov Bali untuk memohon penutupan TPA Suwung agar ditunda.<\/p>\n<p>Namun sejatinya, lanjut Made Sada, yang dilarang di TPA Suwung adalah sistem open dumping. Sementara, jika sampah tersebut bisa diselesaikan dengan cara menimbun menggunakan tanah sebenarnya masih bisa dilakukan di TPA Suwung.<\/p>\n<p>\u201cSampai saat ini, sudah ada informasi dari Plt. DLHK Badung bahwa Badung sudah menyiapkan sekitar 37.000 kubik tanah untuk menimbung sampah yang akan dibuang di TPA Suwung,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Alasan ia menginginkan penutupan TPA Suwung ini dapat ditunda, karena baik Pemkab Badung maupun Pemkot Denpasar sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat untuk membuat proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Namun, rencana daripada proyek ini harus menunggu realisasinya pada pertengahan tahun 2026, dan baru bisa dioperasikan sekitar akhir tahun 2027.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya rencana proyek PSEL ini, tentunya Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar tidak boleh terlalu agresif dalam hal pembukaan TPA baru. Ada ide rencana membuat sanitary landfill, namun memerlukan syarat-syarat dan izin dari pusat. Selain itu, pembuatan sanitary landfill ini memerlukan biaya yang sangat besar. Jadi, solusinya adalah penundaan penutupan TPA Suwung,\u201d tutupnya. (stm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BADUNG, STATEMENTPOST.COM \u2013 Rencana penutupan total Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung beroperasi dengan sistem open dumping per tanggal 23 Desember<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2391,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[25,9,34],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2388"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2388"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2393,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2388\/revisions\/2393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statementpost.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}