BaliBudayaEntertainmentGaleriGianyarNews

Pameran “Revolusi Garasi”, Aboetd Art Mengeksplorasi Hubungan antara Presisi Mekanik Mesin dengan Intuisi Seni Lukis

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Setelah sukses memukau publik melalui rangkaian eksibisi tematik seperti Kebangkitan Seni Warna Indonesia, Full Moon Art Exhibition, dan aksi budaya Semar Mesem Art Action & Exhibition, kolektif seni I Kadek Rudiantara alias “Aboetd Art” kembali hadir dengan konsep yang tidak lazim. Kali ini, Aboetd melakukan langkah radikal dengan mengubah ruang privat sebuah garasi mobil menjadi ruang pameran bertajuk “Revolusi Garasi”.

Pameran ini bukan sekadar pindah ruang, melainkan sebuah pernyataan estetik tentang dekonstruksi sekat antara seni tinggi dan realitas keseharian yang kasar.

Bertempat di RCV AUTO TECH, Jalan Abianseka, Mas, Ubud, para penikmat seni tidak akan menemukan dinding galeri yang putih bersih dan kaku. Sebaliknya, diantara aroma oli, bensin, dan perkakas bengkel, karya-karya lukis terbaru Aboetd dipajang untuk menciptakan dialog visual yang maskulin sekaligus puitis.

Dalam kesempatan tersebut, Aboetd menjelaskan, bahwa penggabungan antara otomotif dan seni lukis merupakan suatu kebebasan. Kombinasi antara mobil dengan karya lukisan ekspresionis, menjadi suatu hal yang berbeda lagi dari Aboetd Art.

“Jadi, apa yang saya terapkan pada karya ini adalah sebuah kebebasan. Membuat lukisan mobil di atas kanvas dan tembok itu sudah biasa, kenapa kita tidak coba membuat karya lukisan di mobil. Ide ini muncul berawal dari karya saya yaitu Si Aboetor dan Bilboetd lagi bermasalah. Sementara itu, saya masih ingin tetap berkarya. Dengan sangat terpaksa, mobil Inova saya jadikan tempat untuk melukis. Kombinasi antara mobil dan karya lukisan ekspresionis inilah yang menjadi hal baru lagi dari Aboetd Art,” papar Aboetd.

Pameran ini, kata Aboetd, ingin merevolusi kebiasaan lama menjadi suatu hal yang lebih baru lagi. Untuk itu, Aboetd ingin memberikan inspirasi kepada para seniman untuk memodifikasi mobil dan motor.

Garasi, dalam konteks ini adalah sebagai simbol kebebasan mutlak. Ia adalah rahim bagi eksperimen dan inovasi yang tidak mengenal batas. Di sini, Aboetd mengeksplorasi hubungan antara presisi mekanik mesin dengan intuisi seni lukis.

Sementara itu, Pemilik RCV AUTO TECH, Nyoman Sudiarta sangat terkesima dengan ide pameran Revolusi Garasi dari Aboetd Art. Menurutnya, gabungan otomotif dengan seni tersirat sebuah kejujuran, kreativitas dan rasa tulus dari seorang Aboetd.

“Pertama kali ketika Aboetd menyampaikan Revolusi Garasi kepada saya, tentu sangat terkesima dengan ide-ide Aboetd. Selama ini, saya pandang dari dunia otomotif palingan hanya ada pameran ceper, ban, cat dan sound system. Tapi dengan hadirnya Aboetd di RCV AUTO TECH, saya merasa sangat bangga dan antusias. Gabungan antara otomotif dan seni ternyata sangat nyambung,” ujarnya.

Sebanyak 15 karya seniman ikut andil pada pameran Revolusi Garasi ini. Pameran ini akan berlangsung selama sebulan penuh.

Tokoh Masyarakat Abianseka yang juga Perwakilan Pasikian Pecalang Desa Adat Abianseka, I Ketut Widia sangat mendukung pameran yang diselenggarakan oleh Aboetd. Ia selaku pecalang tentu akan menjaga keamanan dan kenyamanan selama pameran berlangsung.

Melalui “Revolusi Garasi”, Aboetd Art ingin seni menanggalkan jubah eksklusivitasnya. Di ruang ini, tidak ada jarak antara kreator dan penikmat. Kebebasan (freedom) bukan hanya tema yang tertuang di atas kanvas, tetapi juga cara seniman mengapresiasinya – tanpa sekat, tanpa kepura-puraan, hanya ada kejujuran diantara deru mesin.

Ini adalah perayaan bagi mereka yang berani menjadi “gila” namun tetap sadar sepenuhnya. Sebuah persilangan yang unik, di mana teknik seni tradisional bersinergi dengan teknologi otomotif modern, menciptakan pengalaman visual yang belum pernah dirasakan sebelumnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *