Hadir di Desa Adat Batumadeg Kaja, Tutik Kusuma Wardhani Sebut Program MBG Sangat Penting Diketahui Secara Utuh oleh Masyarakat

KLUNGKUNG-NUSA PENIDA, STATEMENTPOST.COM – Kekurangan Gizi atau stunting akan menghambat pertumbuhan fisik perkembangan otak dan kemampuan belajar anak, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan daya saing mereka dimasa depan. Oleh karena itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia Indonesia. Hal ini yang terus gencar dilakukan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M. Kes., bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).
Pada kesempatan ini, Tutik Kusuma Wardhani memberikan sosialisasi di Desa Adat Batumadeg Kaja, Nusa Penida, Klungkung, pada Kamis, 5 Maret 2026. Sosialisasi ini dihadiri 300 orang peserta.
Di sela-sela kegiatan, Tutik mengatakan, bahwa gizi yang baik dan seimbang adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. Mengkonsumsi makanan bergizi adalah fondasi utama dalam membentuk fisik dan kecerdasan generasi muda untuk mewujudkan indonesia emas ditahun 2045.
Disisi lain, ia juga mengungkapkan, sosialisasi program MBG ini sangat penting agar masyarakat mengetahui secara utuh mengenai program unggulan dari pemerintah pusat. Sehingga, masyarakat yang ada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tidak memperoleh berita yang menyesatkan.

“Saya hadir disini untuk memberikan informasi secara utuh mengenai manfaat dari program MBG, terutama kepada anak-anak penerima manfaat. Termasuk juga kepada masyarakat umum yang berada di lingkungan dapur MBG, sehingga ekonomi di Desa Batumadeg Kaja bisa lebih menggeliat,” ujar Srikandi dari Partai Demokrat ini.
Sesuai dengan SOP dari program MBG ini, lanjut Tutik, bahwa pemberdayaan masyarakat lokal di wilayahnya tentu wajib dilakukan. Ia menekankan, para relawan yang bekerja di dapur MBG wajib diisi oleh masyarakat lokal disekitar wilayahnya masing-masing.
“Kalau tidak ada baru bisa mengambil relawan dari luar. Tapi, tetap yang diutamakan adalah masyarakat di sekitarnya. Karena, tujuannya adalah menciptakan dan menyerap lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Batumadeg Kaja, I Made Granyam Santika berharap, sebagai salah satu desa penerima MBG yang tergolong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T, agar juga bisa diperhatikan dari sektor pertanian dan peternakan.
“Saya berharap dengan kunjungan Ibu Tutik ini dapat diperhatikan juga hal-hal yang lain. Seperti sektor pertanian dan peternakan, untuk memenuhi SPPG yang ada di Desa Batumadeg Kaja,” ujarnya.
Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) secara keseluruhan bertindak sebagai ekonomi lokal sekaligus investasi sumber daya manusia jangka panjang. Untuk menjadi masyarakat sehat, kuat, dan cerdas.
Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Kepala KPPG Denpasar, Mursina Wahyuningsih Daeng serta Guru Besar Universitas Udayana Prof. Ir. I Gusti Agung Ayu Ambarawati, M. Ec., Ph.D. (stm)
