BadungNewsPariwisataSosbud

Beach Clean Up di Pantai Legian: Menciptakan Awareness dan Sense Of Belonging untuk Menjaga Kebersihan Destinasi

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Semangat sense of belonging terus ditunjukan oleh ratusan pelaku usaha, stakeholders pariwisata, institusi pendidikan serta masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai Legian setiap hari Jumat pagi. Gerakan Beach Clean Up yang digagas oleh tim Wayan Puspa Negara (WPN) bersama Komunitas BumiKita, sudah dilaksanakan sebanyak 103 kali dan sudah dilakukan sejak 5 tahun lalu.

Gerakan ini dirancang sedemikian rupa secara konsisten, stabil, periodik dan berkelanjutan. Beach clean up dijadikan kegiatan yang iconic setiap hari Jumat pagi, yang melibatkan semua pihak.

Inisiator Gerakan, I Wayan Puspa Negara menjelaskan, pada musim angin barat atau west monsoon yang terjadi di bulan Desember, Januari dan Februari, fenomena sampah kiriman akan terus terjadi di pantai Seminyak, Legian dan Kuta (Samigita). Rata-rata sampah kiriman ini mencapai 200 ton setiap harinya.

“Oleh karena itu, perlu kerjasama dari semua pihak. Teknologi dan orang saja tidak cukup, tapi perlu kebersamaan. Oleh karena itu, kita menyatukan semua energi yang ada untuk melakukan kegiatan bersih-bersih setiap Jumat pagi,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung.

Selain itu, lanjut Puspa Negara, pantai Legian sebagai destinasi internasional tentu harus dijaga kebersihannya. Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk tetap memperkuat dari sisi teknologi, dan juga membentuk satgas yang siaga untuk menjaga kebersihan di pantai. Jika pantai sudah bersih, tentu akan membuat wisatawan semakin betah.

Gerakan beach clean up ini sekaligus untuk mengedukasi dan menciptakan habit atau kebiasaan masyarakat. Karena, untuk mengelola sampah perlu adanya pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baik dalam menjaga kebersihan di sebuah destinasi.

Dikatakan, bahwa fenomena angin barat diperkirakan akan berakhir pada pertengahan bulan Maret. Namun, gerakan ini akan terus dilaksanakan meskipun musim angin barat sudah berakhir.

“Ada atau tidaknya angin barat, dan ada atau tidaknya instruksi dari pemerintah atau siapa pun, kegiatan bersih-bersih akan tetap berjalan sepanjang hayat dikandung badan,” tegasnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *