Guna Mendukung Pariwisata Berkelanjutan, IPB Internasional Gelar Webinar Redesigning Tourism Ecosystem

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Dalam merancang ulang ekosistem pariwisata guna menciptakan pariwisata berkelanjutan di Bali, IPB Internasional menggelar Webinar Hybrid bertajuk “Redesigning Tourisms Ecosystem, Through Digital and Technology Agendas for Sustainable Tourism”, pada Rabu (4/2/2025) di Auditorium Kampus setempat. Webinar ini menghadirkan narasumber dari berbagai negara.
Ketua Panita Webinar, Ni Luh Yayang Rahmanita mengatakan, webinar yang diselenggarakan Program Pascaarjana IPB Internasional menghadirkan empat pembicara diantaranya, Dakota Janeve Hotham (Institute of Skills and Training, Australia), Prof. Dr. Vikneswaran Nair (Deputy Vice Chancellor, University Malaysia of Computer Science and Engineering), Prof. Dr. Made Budiarsa, Dip. TEFL, MA. (Postgraduate Director of IPB Internasional), dan Professor David Hind (President Asia Pacific Institute for Events Management/Professor of APIEM Academy).
“Webinar diselenggarakan secara hybrid (offline dan online) yang diikuti peserta dari berbagai negara, mereka merupakan asosiasi maupun praktisi yang bergerak di bidang pariwista. Selain itu, pembicara yang mengisi webinar merupakan para pakar di bidang pariwisata dan teknologi, karena kita sedang bergelut dalam dunia AI,” Yayang memaparkan.
Sementara itu, salah satu pembicara sekaligus Direktur Pascasarjana IPB Internasional, Prof. Dr. Made Budiarsa, Dip. TEFL, MA. mengatakan, berbagai permasalahan yang menghantui dunia pariwisata Bali, seperti sampah dan kemacetan harus segera dituntaskan. Untuk itu, diperlukan upaya dalam merancang ulang ekosistem pariwisata guna menciptakan pariwisata berkelanjutan di Bali. Dalam webinar ini, difokuskan pada redesign atau merancang ulang ekosistem pariwisata dengan memanfaatkan media digital dan teknologi. Mengingat, digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendukung praktik pariwisata berkelanjutan.
“Untuk menuju pariwisata berkelanjutan, kita harus berorientasi pada kondisi pariwisata Bali saat ini yang sedang tidak baik-baik saja. Berbagai permasalahan yang dihadapi seperti kemacetan dan permasalahan sampah harus dituntaskan. Artinya, ada management risko yang harus dipikirkan. Apabila permasalahan ini terus berlanjut, maka pariwisata Bali akan ketinggalan,” jelasnya.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Prof. Budiarsa mengingatkan agar memanfaatkan media digital dan teknologi untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd, CHT, CHA. Melalui webinar internasional ini, pihaknya berharap dapat memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi perkembangan dan keberlanjutan pariwisata Bali.
“Outputnya tentu agar para pakar, akademisi, praktisi pariwisata semakin memahami berbagai persoalan pariwisata yang dibahas dalam webinar kali ini. Sehingga dapat diimplementasikan secara nyata dalam upaya mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam upaya Redesigning Tourism Ecosystem, diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, pelaku industri pariwisata, praktisi, akademisi, hingga lapisan masyarakat. Dengan pemanfaatan media digital dan teknologi secara strategis, pariwisata tidak hanya mampu pulih dan tumbuh, tetapi juga menjadi sektor yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. (stm)
