Kasus Bundir di Awal Tahun Tinggi, Bagus Arthanegara: Perlu Pendampingan dari Orang Terdekat dan Perkuat Pendidikan Agama

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Maraknya kasus bunuh diri pada awal tahun 2026, mesti mendapatkan perhatian serius dari semua kalangan. Salah satunya dengan adanya pendampingan dari orang terdekat.
Menurut Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., Senin (12/1/2026), banyaknya kejadian bunuh diri yang terjadi di awal tahun ini, tidak bisa hanya dibebankan kepada guru dan orang tua saja. Dikatakan, bahwa faktor luar atau ekstern sangat berpengaruh khususnya pada kesehatan mental pada seseorang.
“Jika jaman dahulu, tontonan anak-anak diawasi dengan ketat seperti tontonan berbau dewasa dan juga buku-buku dewasa. Pengaruh film pada jaman dahulu sangat luar biasa, sama halnya seperti sekarang di tengah kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat,” kata Bagus Arthanegara.
Dijelaskan, jika pengendalian diri pada anak-anak tidak bagus, maka akan berdampak negatif. kehidupan anak-anak jaman sekarang lebih disibukan dengan bermain gadget. Seleksi terhadap tontonan anak-anak saat ini tidak bisa terkontrol dengan baik.
“Hal ini akan memberi pengaruh pada mental anak dan hal tersebut sangatlah mengkhawatirkan. Guru dan orang tua selalu mendidik anak agar bersikap baik. Guru dan orang tua merupakan benteng terhadap kontrol terhadap mental anak-anak. Terlebih, saat ini di sekolah, guru-guru sudah ditingkatkan kualitasnya dengan adanya pendidikan profesi guru, begitu pula kesejahteraannya makin ditingkatkan. Dengan demikian, rasa tanggung jawab guru kini menjadi lebih besar termasuk mengawasi kesehatan mental anak-anak,” ujarnya.
Keberadaan medsos sangatlah pesat, hal ini menjadi tantangan yang luar biasa bagi guru dan juga orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak. Salah satu pencegahan bunuh diri yang bisa dilakukan adalah, perlu adanya upaya memperkuat pendidikan agama dan memperbanyak kegiatan keagamaan dikalangan generasi muda. (stm)
