Cegah Bunuh Diri, Prof. Ketut Suda: Seseorang Perlu Didukung Kesehatan Mental

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini, mesti diperhatikan serius agar tidak semakin banyak korban. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yakni dengan mendukung kesehatan mental masyarakat.
Fenomena ini turut mendapat perhatian serius dari Akademisi yang juga Guru Besar Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Prof. Dr. Drs. I Ketut Suda, M.Si., Jumat (9/1/2026). Menurutnya, kasus bunuh diri cenderung disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yakni gangguan kesehatan mental. Selain itu, bunuh diri juga bisa disebabkan karena faktor tekanan ekonomi, dimana biaya hidup semakin mahal.
“Faktor sosiologis di lingkungan keluarga misalnya masalah rumah tangga bisa juga menjadi penyebab bunuh diri. Persoalan bunuh diri harus dikaji secara akademik, misalnya bunuh diri karena kesehatan mental, maka kesehatan mental dari masyarakat yang harus diperhatikan,” katanya.
Sementara itu, pemerintah saat ini sudah berupaya memberikan pagar pada jembatan Tukad Bangkung, yang kerap dijadikan tempat bunuh diri bagi pelaku. Namun, hal tersebut bukan satu-satunya solusi, sehingga kajian yang holistik perlu diupayakan lagi.
“Masyarakat harus bersyukur pada setiap kehidupan agar tidak mengambil jalan pintas yakni bunuh diri. Solusi terbaik yang bisa diambil adalah berbagi cerita atau berbagi beban hidup dengan orang terdekat. Ketika seseorang cenderung mengurung diri, dan enggan berbagi maka kecenderungan untuk bunuh diri semakin tinggi. Ketika seseorang beban pikirannya terlalu berat, itulah yang membuat seseorang mengambil jalan pintas dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Persoalan bunuh diri tetap berpulang pada diri sendiri dalam memandang persolan hidup. Terlebih, dalam ajaran agama Hindu sejak dini sudah ditanamkan bahwa bunuh diri merupakan tindakan yang dilarang. “Ketika seorang anak menunjukkan gejala beban psikologis, maka perlu diberikan perhatian lebih. Seperti, diajak bercerita ataupun konsultasi dengan dokter kejiwaan. Pencegahan kasus bunuh diri juga harus diantisipasi oleh orang tua. Orang tua harus tanggap dan teliti ketika melihat perubahan perilaku pada anak,” tegasnya. (stm)
