Setelah Sempat Vakum, Aboetd Art Kembali Menggarap Karya Luar Biasa “Si Imut BilBoetd”

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Karya luar biasa kembali digarap oleh Seniman Lukis asal Ubud, Gianyar, I Kadek Rudiantara alias Aboetd Art. Berawal dari kecintaanya terhadap mobil sport, ketika usia 20 tahun, ia mulai belajar memodifikasi mobil pribadi secara otodidak. Mobil pertama yang berhasil di modifikasi saat itu adalah Honda Genio, dengan menggunakan bahan fibberglass. Kemudian karya ke dua dan ke tiga yaitu mobil Toyota Corrola dan BMW.
“Latar belakang kenapa saya memodifikasi mobil ini karena tidak ada uang. Karena saya tidak mampu membeli mobil dengan modifikasi yang bagus seperti kebanyakan orang, makanya saya belajar supaya bisa modifikasi mobil itu sendiri. Dan yang membuat saya bangga adalah karya-karya saya sangat digemari oleh orang luar negeri,” ujar pria yang saat ini berusia 45 tahun.
Untuk konsep karya modifikasi mobil ke empat ini, lanjut Aboetd, diberi nama “Si Imut Bilboetd”. Sesuai namanya Si Imut, mobil ini memiliki karakter manis dan lucu. “Sesuai dengan karakternya yang lucu, saya berharap karya ini dapat menarik dan dinikmati banyak orang. Ini menjadi salah satu karya masterpiece dari saya, dalam dunia seni di Indonesia dan dunia,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada tahap awal pengerjaan karya ini, akan ditempelkan sejumlah lukisan warna-warni yang cerah, baik dari kertas maupun kanvas. Kemudian, untuk menutupi body mobil, ia akan menempelkan dengan menggunakan isolasi kertas. “Pada intinya, karya modifikasi mobil ini tidak akan merusak daripada body mobil itu sendiri. Karena, saya hanya membuat semacam baju untuk menutupi mobil itu. Jumlah lukisan yang digunakan untuk ditempel ke mobil sekitar 70-80 lukisan,” jelasnya.
Sebelumnya, Aboetd Art sempat viral dengan karya motornya yang bernama “Si Aboetor” dan pengendaranya bernama “Si Loeloek Raider”. Selain itu, Pria kelahiran tahun 1979 ini juga pernah mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelukis pertama dengan tanda tangan (seseorang) sebagai media lukisan. Penghargaan ini diserahkan saat pameran Aboetd Art, di sebuah jalan sempit di Banjar Betanancak Mas Ubud, Gianyar.
Setelah sempat vakum dalam berkarya, kini Aboetd Art kembali bersemangat untuk menjajah dunia seni di Bali. Bahkan, ia memiliki target agar bisa mengikuti pameran di luar negeri, seperti di Singapura, Malaysia, Thailand, Amerikan dan Inggris. (stm)
