BudayaKlungkungSpiritual

Pujawali Pemacekan Agung di Pura Pasek Punduk Dawa, Momentum Menjaga Keharmonisan Pasemetonan

KLUNGKUNG, STATEMENTPOST.COM – Bertepatan dengan Hari Pemacekan Agung, Senin 24 November 2025, dilangsungkan pujawali ke 16 di Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Bhatara Mpu Ghana. Ribuan umat melakukan persembahyangan di Pura Pasek yang terletak di Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Pujawali di Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Bhatara Mpu Ghana dilaksanakan sejak pukul 09.00 wita. Diiringi lantunan kidung suci, tarian dan gamelan, menambah suasana sakral pelaksanaan pujawali. Rangkaian upacara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat, I Nyoman Kenak dan Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa.

Dalam kesempatan ini, Nyoman Kenak mengatakan, sebagai populasi terbesar di pulau Bali, warga pasek harus menjaga keharmonisan dalam pasemetonan, sesuai dengan slogan “Wasudewa Kutumbakam, Segilik-Seguluk, Selunglung-Sebayantaka, Paras-Paros Sarpanaya” yang berarti bersatu padu, dan menghargai perbedaan. Melalui momentum pujawali ini, Ia juga mengajak seluruh semeton pasek untuk bersama-sama membangun Bali yang lebih asri.

“Soma Pemacekan Agung menjadi momentum bagi kita semua untuk menjaga harmonisasi itu sendiri. Bagaimana implementasi kemenangan dharma yang sering kita dengungkan selama perayaan hari suci Galungan dan Kuningan. Kemenangan dharma berarti bagaimana kita bisa menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui sembahyang. Begitu juga menjalin hubungan harmonis dengan sesama umat. Serta menjalin hubungan harmonis dengan lingkungan yang sudah dilakukan saat Tumpek Wariga,” ungkap Nyoman Kenak.

Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa menjelaskan, bahwa warga pasek selalu mengedepankan nilai-nilai universal tentang agama, budaya dan adat istiadat. Melalui pujawali Pemacekan Agung, menjadi momentum bersejarah bagi umat Hindu yang ada di Bali untuk menjaga persaudaraan.

“Bagi semeton pasek, mari kita menata diri dan tetap menjalankan catur swadharmaning kepasekan. Terakhir, kita berharap kepada warga pasek agar guyub dalam pasemetonan, tidak ada yang harus dipertentangkan. Selain itu, harapan kami terhadap Pura Punduk Dawa tetap sebagai tonggak bahwa pasek bisa menerjemahkan apa yang diwariskan oleh leluhur, bahwa kita Adalah Tosning Brahmana Jati,” ucapnya.

Pujawali di Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Bhatara Mpu Ghana akan disineb pada hari Minggu, 30 November 2025. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *