PT. BPR Bank Kertiawan Menggelar “Sharing Moment of Partnership and Trust The Next Chapter of Business”, Berikan Edukasi Pergantian Generasi dalam Bisnis

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Sebagai Upaya memperkuat silahturahmi partnership PT. BPR Bank Kertiawan dengan para nasabah Naratetama dan Naratama, kembali digelar acara gathering bertajuk “Sharing Moment of Partnership and Trust The Next Chapter of Business”, pada Jumat (14/11/2025), di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, Badung. Acara ini sekaligus menjadi momentum peluncuran produk dan layanan Bank Kertiawan, diantaranya launching layanan Mobile Melody by Bank Kertiawan dan launching tabungan Arisan Kertiawan Paket 22.
Dalam kesempatan ini, Direktur Utama PT BPR Bank Kertiawan, Emic Dwi Setyawati GS, SE., MBA menyatakan, pada talk show Sharing Moment of Partnership and Trust The Next Chapter of Business kali ini, BPR Kertiawan menggandeng Helmy Yahya sebagai narasumber, dengan membawakan materi tentang pergantian generasi dalam dunia bisnis.
“Karena untuk saat ini, 85 persen keberhasilan suatu bisnis dipegang oleh generasi pertama. Kemudian, akan menurun ke generasi ke dua. Nah, bagaimana kita mempersiapkan diri untuk memindahkan tanggung jawab perusahaan atau bisnis itu kepada generasi ke dua, inilah yang ingin kami angkat kepada para nasabah. Sehingga, kolaborasi kami bersama Naratetama dan Naratama semakin kuat hingga ke generasi-generasi berikutnya,” ungkap Emic, didampingi Direktur Kepatuhan Gusti Ayu Kade Ratih, S.Ak dan Direktur Operasinal, yoman Yudhi Hartawan, SE,M.Si,Ak,.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran mobile banking BPR Bank Kertiawan, yakni Melody. Melody merupakan sebuah mobile banking yang aman, cepat, dan nyaman digunakan oleh para nasabah.
“Mobile banking ini memberikan experience baru bagi nasabah, yang mana biasanya BPR itu layanannya konvesional, sekarang ke arah hybrid. Personalnya tetap ada, tetapi juga mengarah pada digitalisasi,” terangnya.
PT. BPR Bank Kertiawan saat ini memiliki tiga kantor cabang yakni di Kuta, Tabanan, dan Gianyar, serta dua kantor kas di Denpasar Utara dan Singaraja. Dengan mobile banking ini, ia berharap jangkauan pasar menjadi lebih luas dengan tidak perlu menambah kantor baru.
Sementara itu, Helmy Yahya menyampaikan bahwa tren dunia bisnis sudah berubah. Dimana, peralihan generasi dalam dunia bisnis tidak pernah berjalan mulus. Menurutnya, banyak dunia bisnis gagal diwariskan. Dari generasi pertama ke generasi ke dua hanya bertahan 30 persen, dari dua ke tiga hanya 10 persen. Kemudian, generasi berikutnya hanya sekitar 3 persen.
“Mindset antar generasi itu sudah berbeda. Maka disini saya akan bongkar semua, supaya ke depan kitab isa melanjutkan bisnis,” imbuhnya. (stm)
