BaliEkonomiNews

Serapan Anggaran Daerah Rendah, Prof. Sri Subawa: Pengembangan Infrastruktur dan Program Yang Memberi Dampak Kepada Masyarakat Harus Menjadi Prioritas

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Menjelang akhir tahun 2025, penyerapan anggaran pemerintah daerah di Bali masih rendah. Kondisi ini dinilai berdampak terhadap melambatnya fiskal dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Rektor Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS), Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., Kamis (13/11/2025), jika mencermati kebijakan fiskal khususnya Bali, tentu pos penerimaan dan pengeluaran harus seimbang. Melihat serapan anggaran sebesar Rp 10 triliun, mestinya bisa ditingkatkan. Jangan sampai anggaran yang tersisa cukup besar, akan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Bali.

“Tak dapat dipungkiri bahwa Bali menjadi rujukan, dan PAD kita kalau dilihat dari angka memang cukup representatif atau besar. Tentu, bagaimana pendapatan asli daerah kita dan dana transfer daerah bisa mengoptimalkan dalam serapan anggaran, sehingga pertumbuhan ekonomi akan mengikutinya,” ujar Prof. Sri Subawa.

Pengembangan infrastruktur dan pengembangan program yang memberi dampak langsung kepada masyarakat luas, lanjut Prof. Sri Subawa, mesti menjadi prioritas pemerintah. Ia yakin dengan upaya ini maka masyarakat akan merasakan dari sisi ekonomi.

“Memang isu efisiensi anggaran ini menjadi kekhawatiran bagi pemerintah daerah, mana sih yang harus dikerjakan oleh pemerintah agar dana yang ada menjadi efektif dan efisien, tetapi semua program bisa dijalankan,” imbuhnya.

Serapan anggaran, lanjut dia, harus mencapai di atas 90 persen di akhir tahun. Untuk itu, serapan anggaran mesti digiatkan lagi sebelum akhir tahun.

“Saya yakin dengan sisa beberapa bulan ini serapan anggaran akan tercapai, apabila kita mencermati dana-dana yang mesti digelontorkan ke publik bisa terserap dengan baik,” pungkasnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *