BaliBudayaDenpasarNews

Ketua DGL Sampaikan Apresiasi Atas Penghargaan Lifetime Achievement KPID Bali kepada I Wayan Lodra

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Pemeran Raja Muda dalam kesenian Drama Gong pada era 1970–1980-an, I Wayan Lodra menerima penghargaan Lifetime Achievement dalam acara Anugerah Penyiaran Bali 2026 (KPID Award) yang diserahkan pada Selasa, 3 November 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Seniman I Wayan Lodra dalam menjaga serta melestarikan seni pertunjukan Bali, khususnya Drama Gong yang pernah mencapai masa kejayaan pada era 1970–1980-an.

Ketua Paguyuban Drama Gong Lawas (DGL), AA Gede Oka Aryana, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasinya kepada KPID Bali yang telah memberikan penghargaan kepada para seniman berdedikasi di Bali. Termasuk kepada seniman Drama Gong I Wayan Lodra, sebagai sosok yang sangat identik dengan peran Raja Muda.

“Ini sangat luar biasa, dan saya mengapresiasi sekali langkah yang dilakukan KPID Bali,” ungkapnya.

Agung Aryana berharap, lembaga pemerintah bisa lebih banyak mengadakan ajang serupa, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para seniman. Menurutnya, masih banyak seniman Bali yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan seni dan budaya, namun belum mendapatkan apresiasi yang layak. Melalui penghargaan ini, diharapkan pengabdian I Wayan Lodra dalam kesenian Drama Gong agar semakin dikenal masyarakat dan menjadi teladan serta inspirasi bagi seniman muda lainnya.

Lebih lanjut Agung Aryana menyampaikan, bahwa penganugerahan ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi visi Sad Kerthi Loka Bali oleh Pemerintah Provinsi Bali, yang menempatkan kebudayaan sebagai hulu pembangunan Bali.

Seperti diketahui bersama, sosok I Wayan Londra merupakan salah satu seniman yang mewakili generasi emas Drama Gong Lawas. Lodra dikenal sangat ikonik dengan peran Raja Muda yang berwibawa, berpenampilan memikat, memiliki intonasi bicara yang luwes, kualitas suara jernih, serta penjiwaan karakter yang bijaksana dan menjadi panutan.

Pria yang lahir di Banjar Bindu, Desa Abiansemal, Kabupaten Badung, tergabung dalam Sekaa Drama Gong Bintang Bali Timur bersama tokoh legendaris seperti Komang Apel, Gangsar, dan I Gede Yudana.

Sebagai salah satu seni pertunjukan khas Bali, Drama Gong mulai berkembang sekitar tahun 1966. Drama Gong diciptakan oleh Anak Agung Gede Raka Payadnya dari Desa Abianbase, Kabupaten Gianyar, sebagai seni pertunjukan teater tradisional Bali yang lahir dari perpaduan antara unsur seni teater modern dan seni tari tradisional. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *