BaliDenpasarNewsPendidikan

Peresmian Migrant Center di Unwar, Tutik: Perkuat Kompetensi Calon Pekerja Migran ke Pasar Global

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., menegaskan, bahwa program SMK Go Global yang diinisiasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, untuk membentuk Migrant Center sebagai pusat pelatihan, peningkatan kapasitas (up-skilling), dan sertifikasi tenaga kerja agar siap menembus pasar global.

Hal tersebut diungkapkan Tutik, saat menghadiri kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta peresmian Warmadewa Migrant Center, yang berlangsung di Ruang Sri Kesari Mendapa, Universitas Warmadewa, Denpasar, pada Jumat (2/10/2026).

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI, Drs. H. Mukhtarudin, bersama Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP.

Lebih lanjut Tutik mengatakan, program ini bertujuan untuk menekan angka pengangguran di Indonesia, dan Bali khususnya. Oleh karena itu, untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja global, calon pekerja migran harus dibekali knowledge, skill, dan bahasa asing.

“Itulah pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan calon pekerja migran, sehingga ketika mereka tamat nanti langsung siap bersaing bekerja ke luar negeri. Kita tahu, bahwa bekerja di luar negeri sangat menjanjikan, seiring terbatasnya lapangan pekerjaan di Indonesia,” ujarnya.

Selain menekan pengangguran, menurut Tutik, para pekerja migran ini nantinya akan mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa selama bekerja di luar negeri. Ketika balik ke Indonesia, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensinya selama di luar negeri dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Ia menilai bahwa informasi mengenai program ini masih sangat minim diketahui oleh masyarakat, sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih masif lagi. “Padahal dari sisi antusias masyarakat sangat tinggi sekali untuk meningkatkan kompetensinya. Kehadiran Bapak Menteri ke kampus, diharapkan semakin memperjelas mengenai program SMK Go Global,” tambahnya.

Ia juga mendorong peran perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), untuk mengedukasi masyarakat di desa, sehingga tertarik untuk mengikuti program SMK Go Global.

Kerja sama dengan perguruan tinggi dan pembentukan migrant center merupakan bagian dari strategi KP2MI untuk membangun ekosistem pekerja migran dari hulu hingga hilir. Keberadaan Migrant Center diharapkan tidak hanya menjadi pusat peningkatan kapasitas mahasiswa, tetapi juga menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai peluang dan prosedur bekerja ke luar negeri.

Seperti diketahui bersama, SMK Go Global merupakan program kolaborasi strategis Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), untuk menyiapkan 500.000 talenta muda Indonesia yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bekerja secara legal di pasar kerja internasional. Meski bernama SMK Go Global, program ini juga terbuka bagi lulusan SMA, S1, S2, maupun masyarakat umum. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *