BaliEkonomiNewsPariwisataTabanan

Realisasi Program Yunnan Hand in Hand, JPDWI Beri Pelatihan Sistem Pertanian Organik di Desa Senganan

TABANAN, STATEMENTPOST.COM – Sebagai mitra pelaksana program Yunnan Hand in Hand di Bali, Yayasan Jejaring Pengembangan Desa Wisata Indonesia (JPDWI) secara konsisten memberikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sistem Pertanian Organik. Pada kesempatan kali ini, Yayasan JPDWI memberikan pelatihan di Desa Senganan dan Ekowisata Keridan Organik Farm, pada tanggal 13-14 September 2026, yang berlokasi di Banjar Dinas Keridan, Desa Senganan, Penebel, Tabanan.

Kegiatan ini juga sebagai realisasi bantuan Program Pertanian Organik dan Pengembangan Pariwisata dari Provinsi Yunnan, China, melalui Yunnan Hand in Hand Program sejak tahun 2025. Pelatihan ini mengusung tema “Sistem Pertanian Organik Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Tabanan, Melalui Program Yunnan Hand in Hand”.

Ketua Umum Yayasan Jejaring Pengembangan Desa Wisata Indonesia (JPDWI), I Gede Putu Eka Budiyasa menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan penggunaan program dan bantuan terhadap kelompok penerima. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman kelompok penerima, tentang sistem pertanian organik yang berkelanjutan.

“Sehingga mereka tidak perlu lagi membeli ke luar, melainkan bisa menghasilkan, membuat, mempergunakan, dan mengevaluasi apa yang telah diperoleh dari bantuan tersebut. Syukur-syukur hasilnya bisa dijual ke tempat lain. Khususnya, yang berkaitan dengan pengolahan limbah pertanian yang ada,” ucapnya.

Disamping itu, Eka Budiyasa juga berpesan kepada kelompok penerima, agar memiliki rasa tanggungjawab atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan yang diterima ini, kata Eka, harus bermanfaat dalam peningkatan ekonomi masyarakat, serta menjadi komitmen bersama dalam penggunaan bantuan tersebut.

Adapun bantuan yang diberikan, meliputi pupuk organik padat, pupuk organik cair, bibit padi, sejumlah alat pertanian, dan ternak sapi. Sementara itu, hal utama dari program ini yaitu adanya bantuan lampu penerangan jalan dengan menggunakan energi matahari. Bantuan Yunnan Hand in Hand Program fase tiga ini dititikberatkan pada bantuan Program Penerangan bertenaga Surya, yang pemasangannya difokuskan di Kawasan Agro Ekowisata Soka Lestari.

Pembina Yayasan JPDWI, I Dewa Nyoman Budiasa (DNB) mengatakan, bahwa ketahanan pangan dan pengembangan desa wisata bukan hanya menjadi tugas dari pemerintah. Melalui yayasan ini, ia menilai, dapat berkolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat untuk memberikan pendampingan, sehingga mampu membuka jaringan yang selama ini menjadi hambatan.

Menurut DNB, desa wisata selama ini hanya dijadikan sebagai destinasi pariwisata, tanpa adanya upaya yang lebih optimal untuk menggali potensi yang ada di desa itu sendiri.

“Kami ingin, setelah menjadi sebuah desa wisata tidak berhenti sampai disitu saja. Tapi, yang lebih penting adalah bagaimana komoditas potensi desa wisata itu sendiri bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

JPDWI, kata DNB, memiliki tiga program pokok. Pertama, yaitu memberikan pendampingan terhadap desa wisata. Kedua, memberikan pendampingan terhadap pertanian organik dan ekowisata. Dan ketiga, memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kita juga mempunyai kemitraan bersama pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan salah satu lembaga internasional yaitu Konjen Tiongkok yang ada di Indonesia,” imbuhnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua JPDWI Kabupaten Tabanan, I Made Miantara berharap, agar program ini bisa berkesinambungan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Desa Senganan khususnya Kelompok Tani Mekar Sari. Pelatihan yang diberikan kali ini yaitu srati bebantenan, serta pembuatan pupuk organik padat dan cair.

“Pelatihan srati bebantenan ini tentu ada kaitannya dengan pertanian organik. Karena, di Bali kan erat kaitannya dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan, Pawongan dan Palemahan. Kita harus menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan menjaga hubungan yang harmonis dengan alam lingkungan. Itu lah fungsi pelatihan srati bebantenan yang kita laksanakan kali ini,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan yang diwakili oleh Kabid Penyuluhan, Sari Dewi Indrawati mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Kegiatan ini, sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dalam mendorong pengembangan pertanian ramah lingkungan atau organik.

“Pemerintah telah berupaya menggerakan pertanian menjadi organik. Namun, semua itu perlu waktu, mengingat dari segi biaya dan perawatan tentu berbeda dengan pupuk lainnya. Melalui pelatihan pertanian organik ini, setidaknya kita bisa mengetoktularkan kepada para petani atau masyarakat luas, untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia,” ujarnya.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus JPDWI Kabupaten Tabanan, sekaligus penyerahan seragam pemangku dan pecalang oleh Dewa Nyoman Budiasa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan, dengan tema “Sistem Pertanian Organik Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Tabanan, melalui Program Yunnan Hand in Hand 2026”. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *