Dukung Wisata 4B, Wajah Baru AlamKulkul Berikan Pengalaman Wisatawan saat Jelajahi Bali

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Kementerian Pariwisata tengah menyusun kembali pola perjalanan wisata 4B sebagai strategi pemerataan kunjungan wisatawan. Program tersebut dikembangkan, untuk mengurangi konsentrasi wisatawan di kawasan Sarbagita dengan mengarahkan perjalanan menuju destinasi di Banyuwangi, Bali Barat, Bali Utara, hingga Bali Timur.
Pelaku Pariwisata sekaligus General Manager AlamKulkul Boutique Resort, Aru Santhiran menilai, bahwa perjalanan wisata 4B sangat bagus tidak hanya untuk pemerataan pariwisata, tetapi juga untuk pemerataan ekonomi masyarakat Bali secara keseluruhan. Pengembangan paket wisata ini, disebut akan menciptakan julukan baru bagi pariwisata Bali, yaitu “Badung and Beyond” atau Badung dan sekitarnya.
Selama ini, Bali Selatan khususnya Kabupaten Badung memang menjadi salah satu pusat utama pengembangan pariwisata. Namun di balik itu semua, wilayah Bali lainnya memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan.
“Selama ini perkembangan pariwisata masih berfokus di Bali Selatan, khususnya di Kabupaten Badung. Adanya gagasan dari Kemenpar untuk membuat perjalanan wisata 4B tentu harus didukung oleh seluruh stakeholder pariwisata, untuk menyukseskan program ini,” ungkap Aru, Rabu (19/8/2026).
Seiring berkembangnya pariwisata Bali, lanjut Aru, struktur utama yang mendukung paket wisata 4B dinilai sudah ada. Menurutnya, Kedatangan wisatawan untuk mencari objek wisata Badung and Beyond juga sudah mulai banyak. Terutama pasca covid-19, wisatawan asal Eropa dinilai mulai mencari tujuan wisata di luar wilayah Badung.
“Sarana infrastruktur wisata 4B ini, secara otomatis mengikuti perkembangan pariwisata di wilayah tersebut. Tetapi, yang paling penting adalah bagaimana kita tetap menjaga keberlangsungan lingkungan, di tengah perkembangan pariwisata yang begitu pesat,” imbuhnya.
Aru menegaskan, filosofi Tri Hita Karana mesti dibangkitkan, bukan hanya kepada pelaku industri pariwisata, melainkan ke seluruh elemen masyarakat Bali. Hal ini, tentu akan mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan pariwisata Bali ke depannya.

Terkait keberadaan AlamKulkul Boutique Resort, Aru menjelaskan, bahwa salah satu hotel legenda di kawasan Kuta, Badung, yang sudah menjadi bagian dari perjalanan pariwisata Bali. Berdiri selama 30 tahun lebih, kini AlamKulkul memasuki sebuah babak baru. Dari yang sebelumnya mengusung konsep Boutique Resort, AlamKulkul akan menjelma sebagai Heritage Hotel.
“Dengan adanya pemilik baru dan proses renovasi serta pembaruan properti, kami ingin membawa AlamKulkul menjadi hotel yang lebih modern, tetapi tetap mempertahankan karakter dan identitas yang selama ini menjadi kekuatan kami,” paparnya.
Dewasa ini, perkembangan pariwisata semakin dinamis. Wisatawan tidak hanya mencari tempat menginap, tetapi juga mencari pengalaman. Karena itu, AlamKulkul melakukan pembaruan dari sisi produk, fasilitas, maupun pengalaman tamu, sehingga hotel yang sudah berusia 30 tahun lebih ini tetap relevan untuk wisatawan masa kini dan masa depan. Selain itu, AlamKulkul juga sangat memerhatikan pengembangan sumber daya manusia (SDM), guna menunjang perkembangan hotel.
“Pengembangan SDM menjadi suatu hal yang sangat penting selain memerhatikan pembaruan gedung hotel. Karena, para karyawan inilah yang akan membawa perkembangan AlamKulkul ke depannya,” ungkapnya.
AlamKulkul juga sangat terbuka terhadap konsep perjalanan yang menghubungkan berbagai destinasi seperti 4B. Bali Selatan dinilai tetap memiliki peran penting sebagai salah satu gateway pariwisata Bali. Disamping itu, wisatawan juga perlu diberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang Banyuwangi, Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Timur.
“Kami berharap, AlamKulkul dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut. Bukan hanya sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman wisatawan ketika menjelajahi Bali,” katanya.
Melalui konsep perjalanan wisata 4B, pariwisata Bali diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, serta tetap menjaga budaya dan lingkungan alam Bali. (stm)
