Wujudkan Pemerataan, Bagus Sudibya: Paket Wisata 4B Harus Dilengkapi Sarana dan Prasarana Memadai

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Kementerian Pariwisata tengah menyusun kembali pola perjalanan wisata 4B sebagai strategi pemerataan kunjungan wisatawan. Program tersebut dikembangkan, untuk mengurangi konsentrasi wisatawan di kawasan Sarbagita dengan mengarahkan perjalanan menuju destinasi di Banyuwangi, Bali Barat, Bali Utara, hingga Bali Timur.
Menanggapi hal tersebut, Praktisi Pariwisata, Bagus Sudibya mengungkapkan, bahwa ide pengembangan paket wisata 4B sangat bagus sebagai bentuk diversifikasi produk pariwisata Bali. Namun, sebelum menjalankan program tersebut mesti dilihat secara detail mengenai kebutuhan pasarnya (market-oriented product).
Secara sekilas, kata Bagus Sudibya, paket wisata 4B cukup marketable (mudah dijual) untuk pasar-pasar tertentu, dan tidak cocok untuk MICE tourism. Oleh karena itu, pengembangan paket wisata ini harus diujicobakan terlebih dahulu.
“Pemerintah bisa mengundang para tour operator yang biasa mencari produk pariwisata baru. Nanti mereka bisa memberi masukan terhadap paket wisata 4B ini. Sehingga, nanti akan menjadi paket tour yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelas Bagus Sudibya, Selasa (4/8/2026).
Sementara itu, dari sisi “durability” atau durasi tinggal wisatawan untuk berlibur di suatu objek pariwisata juga mesti dipikirkan. Sehingga, para wisatawan bisa melihat secara ideal daerah paket wisata 4B yang akan dikunjungi.
Paket wisata 4B, lanjut Bagus Sudibya, juga harus dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai. Menurutnya, infrastruktur yang memadai menjadi kunci keberhasilan pengembangan paket wisata ini. Disamping itu, kualitas daripada akomodasi pariwisata juga harus dipersiapkan dengan baik, sehingga memberikan kenyamanan kepada wisatawan.
“Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan dalam membangun infrastruktur yang memadai. Misalnya, infrastruktur jalan, listrik, air, dan termasuk dalam menyediakan sumber daya manusia (SDM). Setelah itu, baru menyediakan fasilitas lainnya, seperti akomodasi, transportasi, dan guide,” imbuhnya.
Paket wisata 4B ini bisa dirancang untuk educational tour. Di bawah naungan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Pariwisata di masing-masing wilayah diharapkan bisa bekerja sama dengan para tour operator untuk membuat paket wisata yang menarik dan cocok bagi para wisatawan.
Bagus Sudibya menekankan, bahwa paket wisata 4B sangat bagus untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat Bali. Selama ini, pengembangan pariwisata cenderung berada di Bali Selatan. Hal ini juga untuk menekan laju urbanisasi masyarakat yang lebih condong ke Bali Selatan.
“Ini merupakan tanggung jawab kita, terutama di industri pariwisata. Supaya jangan sampai terjadi kejenuhan. Wisatawan jenuh datang ke Bali, karena kita tidak kreatif dan inovatif dalam mengembangkan paket-paket pariwisata,” tegasnya.
Pengembangan pariwisata Bali ke depan harus berkelanjutan, sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana. Sehingga, dengan konektivitas yang lebih baik antara pemerintah dan pelaku industri, maka optimistis dapat memperluas promosi dan penjualan paket wisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan Bali secara lebih merata. (stm)
